Aiden POV. Enak ternyata punya istri tuh. Apalagi kalo punya istri tidak secanggung Nina istriku sekarang. Eh, gak boleh bicara begitu. Harus di syukuri kalo akhirnya Nina jadi istriku. Kekurangannya toh sudah aku terima sebelum aku nikahi. Hanya soal waktu aja untuk masalah kecanggungannya untuk tinggal bareng bersamaku. Tidak sepi pastinya suasana apartemanku sekarang. Walaupun Nina jarang sekali bicara, setidaknya aku merasakan adanya makhluk hidup lain. Dan sekarang aja, setelah aku keluar kamar setelah aku sholat subuh, lalu tidur lagi, sudah ada Nina di dapur. “Morning sayang..” sapaku sambil mendekat padanya yang entah sedang apa di depan kompor. “Morning…” jawabnya sempat kaget karena aku cium juga pipinya. Harus di biasakan, dan bukan sepenuhnya aku c***l. Toh yang aku cium

