Part 17. Bisa Naik Tidak Bisa Turun

2173 Words

Sang surya sudah menyapa bumi ini. Sinar mentari pagi bersinar menembus celah kaca jendela yang ada di sudut kamar. Cahaya matahari terlihat sangat cerah setelah hujan semalaman. Di dalam kamar itu dua orang sepasang suami istri masih tertidur dengan sangat nyenyak. Mereka berdua saling berpelukan di dalam selimut yang sama. Perlahan mata Nessa mulai terbuka. Namun karena masih merasa mengantuk ia kembali tertidur. Nessa belum menyadari kalau ada seseorang yang semalam menemani dirinya tidur. Nessa memeluk dengan erat guling yang ada di sampingnya, merasa nyaman dan hangat, berbeda dengan guling yang selama ini menemani tidurnya. Semakin lama memeluk guling itu, Nessa merasakan gulingnya seperti bernapas. Ia membuka matanya perlahan. Saat melihat wajah Revan tepat di depan matanya, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD