"Saya merasa tidak pantas untuk kamu Nessa, kamu gadis yang cantik dan baik hati sedangkan saya bukan siapa- siapa Nessa. Saya hanya takut tidak bisa membahagiakanmu." Revan berjalan beberapa langkah meninggalkan Nessa yang masih duduk sendiri di kursi yang ada di taman. Nessa meremas baju yang ada di depan d**a dengan kedua tangannya. Ia benar-benar sakit mendengar ucapan suaminya yang seakan tidak mencintainya. Lalu kenapa Revan selalu perhatian sama Nessa. Apa karena ia ingin membalas budi karena Nessa telah menolongnya. "Maafkan saya Nessa." lanjut Revan. "Mas. Aku mohon jangan katakan lagi," Nessa berdiri lalu berjalan mendekati Revan. "Kalau kamu merasa tidak pantas, lalu siapa yang pantas untuk menjadi suamiku mas? Apa aku sebegitu hinanya hingga kamu merasa tidak pantas unt

