Seminggu sudah berlalu. Revan sudah bisa jalan sendiri walau kakinya masih sedikit terasa sakit. Nessa baru saja pulang dari belanja di abang tukang sayur yang biasa mangkal di depan rumah pak Lurah, ia pulang membawa sekantung belanjaan yang berisi beras, daging ayam, telur dan beberapa sayuran hijau. Nessa melihat Revan sedang duduk di teras sendirian dan tersenyum saat melihat Nessa yang baru saja datang. "Assalamualaikum, mas, kenapa duduk di teras sendirian?" tanya Nessa kemudian ia duduk di samping Revan dan menaruh belanjanya di atas meja. "Iya, saya sengaja menunggu kamu di sini, eh. Bukan- bukan, nyari angin saja, he." tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mas, aku boleh minta izin gak?" ucap Nessa dengan hati-hati. "Izin buat apa?" "Itu, tadi pas bel

