Bohong kalau cinta tak butuh balasan. Karena nyatanya, cinta se—egois itu. •||• "Apa?" Suara Safina yang lirih langsung menyambut gendang telinga milik Iqbal. Iqbal sendiri sudah sangat mengetahui konsekuensi dari apa yang dia lakukan sekarang. Kemungkinan Safina terkejut atau bahkan membencinya, sudah siap Iqbal terima. "Kamu—kamu mencintai aku?" tanya Safina begitu lirih. Tatapannya sarat akan ketidakpercayaan. Iqbal mengangguk pelan. Kedua jarinya bertaut di atas paha. "Aku mencintai kamu. Dari lama." "Tapi kenapa?" tanya Safina lirih. "Kamu nggak seharusnya mencintai aku." Iqbal sudah tahu. Sejujurnya dirinya sendiri pun tidak tahu kenapa ia bisa menaruh hati untuk Safina. "Aku nggak tahu, Fina. Aku hanya mengikuti kata hatiku saja." Iqbal menunduk. "Aku tahu, Di. T

