"Tenang Pakde. Kita cari dia. Pasti dia juga nggak bisa lari terlalu jauh dengan keadaan seperti itu." Fikri segera mengucapkan apa yang seharusnya ia ucapkan. Setidaknya agar semua orang sedikit lebih tenang. Fikri bergerak duluan menolong Bariq dan Mbak Sakina yang masih tergeletak di jalan. Ayah akhirnya turut membantu menolong mereka. Pun demikian Paklik Hidayat. Semuanya bersamaan membereskan sisa terjatuhnya motor karena ditabrak oleh setan kabur tadi. "Ibu gimana, Kinan? Masih belum sadar?" Ayah melongok ke dalam mobil untuk memastikan keadaan istrinya. "Sudah, Yah. Tapi masih pusing katanya. Ya iya. Orang didorong keras banget kebentur kaca gitu kepalanya. Heran, nyebelin banget jadi setan." Mbak Kinanti tak bisa menahan amarah lagi. Ibuk hendak bicara, niatnya pasti ingin mela

