Setan itu benar-benar nekat. Ia tidak main-main dengan ucapannya. Ia berdiri pada ranting yang kurang begitu besar. Salah langkah sedikit ia bisa terjatuh. Atau justru ia akan jatuh karena ukuran ranting yang tidak kuat menahan bobot tubuhnya. "Pak Herman ... bagaimana ini? Gimana kalau dia benar-benar ingin membuat aku celaka. Gimana kalau aku beneran nggak bisa balik ke tubuh aku?" Saya benar-benar panik dibuatnya. Herman memberi saya kode untuk diam dan tetap tenang. "Kalau kamu panik, kamu tidak akan bisa memikirkan solusi. Lebih baik tetap tenang. Dia pasti nggak akan macam-macam. Di begitu sayang dan posesif pada bayinya. Kalau dia mencelakai kamu, berarti dia juga mencelakai bayinya. Itu nggak akan terjadi." "Ya, mungkin yang Pak Herman katakan itu benar. Tapi ... ranting tempatn

