Sebuah Perjanjian

1848 Words

Karena botol itu sudah ada di tangannya, kini Naima bisa tidur dengan tenang. Ia bahkan memeluk botol itu sembari berbaring miring membelakangi Ratna. Kini Naima bisa tidur dengan tenang. Syukur lah botolnya tidak hilang. Syukur lah tidak ada yang mengambil botolnya. ***  Keesokan harinya ketika bangun, Naima langsung menuju ke kamar mandi. Padahal biasanya saat pagi ia tak pernah mandi. Ya, Naima memang belum sekolah meski umurnya sudah 6 tahun. Karena Ratna dan Joko tidak punya uang untuk memasukkan Naima ke TK. Biaya TK saat ini sungguh mahal. Ratna rencananya akan langsung memasukkan Naima ke SD negri saja. Setidaknya biaya masuk tidak semahal ke TK. Uang bulanannya pun juga gratis. "Tumben itu anak mandi pagi pagi begini." Ratna bertanya tanya sembari terus memotong kangkung yang

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD