Rencana Mulus

1058 Words

"Ya nggak tahu, Buk. Dari pusat begitu. Masa Ayah mau bolos? Nanti kalau Ayah dipecat kita sekeluarga makan apa?" Ayah mengatakannya dengan santai. Tapi cukup untuk membuat Ibuk ketakutan. "Aduh, gimana dong, Yah. Ibuk juga telanjur santai pagi ini. Belanja aja belum. Ibuk pikir Ayah bakal bangun siang. Nyiapin sarapan juga nggak bisa cepet, lho. Ayah kok nggak bilang dari kemarin kalau hari ini masuk." "Mau bilang gimana. Orang dapet kabarnya semalem. Ibuk udah tidur. Ayah nggak tega dong mau bangunan. Eh, bangunin." Ibuk cemberut. Ya udah, ayah tunggu sebentar. Ibuk mau bikinin nasi goreng aja biar cepet, ya." "Nggak usah, deh, Buk. Bayi ayah sarapan di kantor aja. Sekali-sekali sarapan di kantor nggak apa-apa, ya?" "Ya udah deh." "Ya udah, ini udah mepet jam masuk juga. Ayah beran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD