Strategi Spektakuler

1002 Words

"Aku cuma mau bantu, Buk." Mbak Kinanti segera bicara pada intinya karena tak ingin Ibuk terlarut dalam rasa curiga dan tegangnya. Ibuk saat ini berada di sebelah kiri setan itu. Mbak Kinanti baru saja ikut naik ke ranjang, berada di sebelah kanan setan itu. Mbak Kinanti tanpa ragu segera mengambil kain steril di atas ranjang, untuk mengelap keringat di kening setan itu. Ibuk memperhatikan Mbak Kinanti yang nampak tulus. Ibuk pun akhirnya membiarkan Mbak Kinanti tetap di sana -- membantunya. "Kamu pasti bertanya-tanya kenapa Ibuk merahasiakan ini, kan?" Ibuk akhirnya buka suara. "Tentu aku bertanya-tanya, Buk. Tapi aku nggak maksa Ibuk buat cerita kok. Karena aku yakin Ibuk pasti punya alasan kuat dengan merahasiakan ini semua." Ibuk menunduk dalam. Merasa bersalah karena tidak terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD