“Ad, we have a meeting in one hour.” “Adelaide, check my schedule, please.” “Ad, Mr. Hossard want you to—” Pagi harinya Adelaide Wijaya selama berada di Paris adalah kesibukan yang seolah tiada henti. Berkerja di firma pemasaran, Savoir, yang sudah besar namanya dan memiliki banyak klien yang ingin bekerja sama, membuat Addy terkadang kerepotan sendiri. Apalagi, bisa dibilang dia berada di lingkungan asing karena secara harfiah, dia hanya bekerja sementara di Savoir, dan setelah—mungkin—satu tahun, dia akan kembali ke Chicago, tentu saja dengan jabatan yang lebih tinggi daripada sekarang. Bosnya, Cady, menyuruhnya untuk pergi ke Paris dan bekerja sama dengan Savoir, untuk membawa perspektif Amerika pada perusahaan yang ada di Paris—begitu singkatnya, dan mungkin semua orang mengira Addy

