Chapter 44

1182 Words

Dua bulan kemudian.... Dua bulan ini bukan waktu yang baik untuk Addy—jika dia ditanyai kabarnya. Selama dua bulan ini, Addy merasa dia bukan dirinya. Harusnya berpisah dengan Dean bukanlah hal yang sulit jika mengingat hubungan mereka juga tidak terlalu lama—cukup singkat sebenarnya. Namun, ternyata realita tidak sesuai dengan ekspektasi Addy. Sangat sulit baginya untuk menghilangkan Dean dari benaknya apalagi jika dia mulai mengingat ucapannya pada Dean, kali terakhir mereka bertemu. Apakah ucapannya keterlaluan? Apa kini Dean sungguhan membenci Addy?—karena sejak itu, Dean sama sekali belum menghubunginya—mungkin tidak akan menghubunginya lagi. Addy ingin mengatakan pada dirinya bahwa dia mengambil keputusan yang tepat, namun sering kali pula dia merasa semua ini salah. Addy menghela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD