*** Tanganku masih setia memeluk tubuh lelaki disampingku yang tengah tidur terlentang. Dia sudah ke alam mimpi ninggalin aku yang masih terjaga. Nggak. Dia nggak tau aku masih terjaga. Aku beringsut, menopang kepalaku dengan sebelah tanganku. Menikmati pahatan sosok yang Tuhan ciptakan. Tampan apa adanya. Aku nggak mengerti cinta. Kadang aku gagal memahaminya. Cintaku pada Arik...tentu nggak sama dengan cintaku pada Vino. Tapi aku lebih nggak mengerti dengan cinta Vino padaku, yang bertahan sejak dia dibangku sekolah menengah. Walau disela perjalanan hidupnya, ada beberapa kisah roman yang menyertainya. Tapi anehnya, dia tetap merengkuhku, menarikku ke dunianya. Semakin lama, aku makin takut kehilangannya. Aku takut dia meninggalkanku. Seperti sekarang. Aku menggadaikan gengsiku,

