17.Stress Si Abang

2405 Words

Memang gak ada ruginya menurut pada orang tua. Andai aku tidak dengar saran emak untuk membawa mobilku dan bukan motorku saat menemui perawan keceh incaranku saat itu, pasti aku tidak akan selamat. “Ngapa bawa motor?. Elo mau ajak tuh perawan pergikan??” kata emak menjedaku sebelum pergi ke ruko menemui si perawan keceh. “Biar cepat mak, gak kena macet” jawabku. “Hari sabtu jalanan gak akan macet banget kaya hari biasa. Lagian Ciganjur ke Lebak Bulus sejauh apaan sih” jawab emak lagi. “Ya memang, tapi kenapa emangnya kalo aya bawa motor?” tanyaku karena terkadang kangen menyetir motor besarku yang di belikan babeh karena aku merengek minta di belikan macam anak muda di daerah rumah kami dulu. Satu hal lain yang jadi kebiasaan orang Jakarta kebanyakan. Suka sekali membeli motor, jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD