Dulu dulu, sebelum aku ceritakan lebih lanjut usahaku untuk mendapatkan perawan keceh untuk jadi istriku sekarang, aku mesti skip dulu, karena orang tuaku semakin dekat untuk pulang ke tanah air setelah selesai menunaikan ibadah haji. Mendadak sibuk dong semua orang karena harus mempersiapkan kepulangan emak dan babeh dari Mekkah. Di mulai dari mpoku yang memastikan benar urusan makanan aman, karena pasti banyak orang yang datang di acara selamatan kepulangan emak dan babeh dari Mekkah. Di panggillah aku ke ruangan kerja abangku karena memang mpoku khusus datang untuk bertemu aku, sekalian datang menemui suaminya. Iwan adikku juga di panggil oleh mpo. “Ini seriusan mau masak masak aja, gak catering aja, Mat?” tanya mpo yang pastinya sudah dapat laporan dari istriku. Aku mengangguk. “Ema

