Menyaksikan Ijab Kabul (22)

1524 Words

Test Pack ART-ku (22) #Testpack_Inem #Testpack -Menyaksikan Ijab Kabul- Hari minggu pagi. Setelah puas menciumi cucu-cucunya, Mama Inda dan Papa Hans duduk menghampiriku yang sedang menonton televisi di ruang keluarga. “Mama dan Papa tadi sudah ke rumah Mamamu, Rin,” ucap Mama Inda memulai percakapan. “Mama rasa hati kok keloro-loro, Nduk, Pas ngerukne Hangga nelepon Mama njaluk ijin nggo nikahi Inem. Mama muni Mama nggak akan datang. Mama nggak restu, tapi dia cuma bilang minta doanya aja. Agak aneh itu anak, biasanya dia yang paling rame dalam keluarga, tapi di telepon itu Mama kayak asing, kayak lagi ngomong sama orang nggak kenal aja.” Wajah Mama Inda berkaca-kaca. Terlihat jelas ia sangat kecewa dari raut wajahnya. Aku menepuk-nepuk pundaknya. “Sudahlah, Ma. ikhlaskan. Mung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD