Devan menyambar jas yang ia tautkan di atas sandaran kursi kebesarannya, bergegas pergi sambil mengenakannya, berjalan melewati meja kerja Cadandra. "Tuan, anda mau ke mana?" tanya Casandra sambil berdiri. "Aku ada urusan, tolong kamu handle semua pekerjaan." "Meeting hari ini, Tuan?" "Tunda sampai besok." Tidak ingin menerima keluhan apapun, Devan segera pergi menuju tempat pertama yang mungkin Vania kunjungi. Dia bukan tipe wanita yang suka berkeliaran di luar tanpa alasan, maka apartemenlah tempat pertama yang Devan datangin. "Keman dia?" bahkan sudah berkeliling ke seluruh ruangan pun, sosok gadis cantik yang berhasil merebut hatinya itu tidak ia temukan di ruangan manapun. Devan terus memanggil, berdiri di depan kamar Vania. "Vania, kamu di dalam?" Bersamaan dengan itu, Vania

