Hanya mendengar Vania pergi bersama Erlangga menikmati malam dengan menyusuri River Thames saja, rasanya jauh lebih sakit dari pada pengkhianatan yang Megan lakukan. Bahkan saat gelas dalam genggamannya hancur saja dia tidak merasakan apa-apa. Sebesar itulah pengaruhnya? ingin coba menyangkal. Namun, perasaan itu benar adanya, cinta yang dia miliki sangat berbeda, tidak pernah ia menyatakan cinta pada wanita mana pun selain kepada Vania. "Oh my god, rasanya sangat sulit." Dia mendudukan diri sambil bersandar seraya memikirkan hal gila yang sudah ia lakukan, menyakitu gadis itu, sama saja menyakiti dirinya. Larut dalam lamunan, dia tidak menyadari kehadiran Burhan yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya, karena merasa kasihan saat melihat sahabatnya terbakar api cembur, ia berusaha

