Amarah Vania

1143 Words

Gadis itu berusaha kuat untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam, menghampiri mereka dengan berdiri di samping Bastian, lalu berkenalan saling berjabat tangan. Lucie memperhatikan wajah Vania, ia baru ingat kalau mereka sempat bertemu saat di toko aksesori sebelum datang menemui Devan. "Kamu yang tadi di toko itu kan?" tanya Lucie untuk memastikan. Vania mengangguk sambil memasang raut wajah datar. "Saya pikir anda tidak mengingat saya?" kata Vania. "Jelas aku ingat, kan kamu yang memilihkan saya cincin. Aku suka loh sama ukiran cincinya, unik. Selera kamu bagus juga." Gadis itu merespon pujian Lucie dengan senyum terpaksa, lalu menatap Devan penuh tanya. Siapa dia? kenapa dia ada di sini? ada hubungan mereka? kenapa di depan wanita ini Devan mengatakan kalau Vania adalah keponakannya?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD