Move

1093 Words

"Nia," panggil Devan sambil mengetuk pintu kamar. "Om bisa menjelaskan semuanya." "Apa yang akan om jelaskan?" teriak Vania dari dalam. "Om tidak sengaja bertemu dengan Lucie." "Sengaja atau tidak, kenapa harus berbohong?" "Om takut kamu marah," jawabnya cepat. "Kalau om jujur, aku tidak akan semarah ini, Om." "Iya, om bersalah, om minta maaf!" Tidak lama Vania membuka pintu kamarnya. "Nia..." lirih devan. "Akhir-akhir ini sikap om berubah, kenapa? aku melakukan kesalahan?" "Tidak, Nia." "Kalau begitu, kenapa Om sering berbohong? Om sudah tidak mencintaiku lagi? atau, sebetulnya Om tidak pernah mencintaiku?" Devan menggelengkan kepalanya. "Tidak, om sangat mencintaimu." "Tapi kenapa Om berbohong?" lirihnya dengan mata berkaca-kaca. "Maaf..." "Om terus meminta maaf tanpa menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD