Langkah kaki Bintang terasa begitu berat berjalan di lorong apartemen keluarga kecil Rani. Beberapa kali, ia mencoba menghembuskan napas dalam mencoba mengusir kegundahan hatinya sebelum kembali berjalan menyusuri lorong ini. Baru beberapa kali melangkah ia kembali berhenti lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding sebelah kanannya sembari menegadahkan kepala menatap langit-langit lorong. Tubuhnya lemas, begitu pula hatinya. Entah mengapa, Bintang merasa begitu berat memasuki Apartemen Rani, walaupun sahabat sekaligus kakak masa kecilnya itu mengatakan bahwa Rona tidak akan membantu mereka pindahan, mengingat kakinya yang masih belum pulih benar. Pikiran Bintang seolah terbagi. Di satu sisi ia ingin bertemu kembali dengan Rona, merengkuh tubuhnya lalu menghujaninya dengan ratusan atau bahk

