“Tar... lo nggak bisa mikirin semua ini sekali lagi?” pinta Bianca kepada Rona yang masih duduk termenung di kursi berbentuk ayunan berwarna putih favoritenya. Putri bungsu keluarga Abiyaksa itu menahan napas bergerak mendekati ayunan Rona lalu menarik sofa kecil untuk duduk di sampingnya. “Tar...” panggil Bianca sekali lagi berusaha mendapat respon, namun tetap gagal. Rona tetap saja tak bergeming terus melihat ke arah langit cerah di depannya. Bianca mengikuti arah pandangan Rona. Pemandangan dari apartemen kakaknya itu selalu membuatnya takjub. Bisa dibayangkan betapa indahnya pemandangan malam bertabur bintang yang menjadi latar dinding kaca di depannya ini. Untuk kesekian kalinya, Bianca menghela napas. Tak tenang meningalkan Rona tinggal sendirian setelah membuat kehebohan di acar

