Sebuah Pengakuan Dari Dewa

2420 Words

Pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabat yang telah dipercayai sampai setulus hati rasanya sangtlah tak adil jika pengkhianatannya dilakukan dengan tanpa alasan yang kuat. -Rama- Mendengar jam weker yang menyala di kamarnya membuat kedua kelopak matanya Sinta berkedut. Saat itu juga kedua matanya Sinta merasakan sinar yang menembus cendela dan gorden tipis yang ada di kamarnya. Seolah teringat sesuatu, Sinta langsung membuka kedua matanya dengan kompak. Segera bangun dan menyatukan tangannya ke atas kemudian dia tarik ke atas, samping kiri dan juga samping kanan. Sinta mulai mengatur napasnya setelah melakukan perenggangan kecil. Dengan senyum lebarnya Sinta siap menyambut hari yang baru. Setelah bangun dari tempat duduknya, Sinta segera membersihkan kasurnya yang nyaman, melipat sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD