Part 24. Protect

1050 Words

Kak Theo terlihat sangat sibuk mengurusi berkas-berkas di atas meja kerja. Wajah seriusnya saat bekerja terlihat sangat tampan. Beberapa kali ia menerima telepon tapi matanya tetap tertuju pada berkas. Dia begitu pekerja keras. Sementara aku, yang ku lakukan di sini lah main hp, makan, dan sesekali curi pandang ke arahnya. Begini lah hidupku setelah menikah. Membosankan. Andai saja aku diperbolehkannya bekerja menjadi sekretaris, pasti tidak akan semembosankan ini hidupku kalau dia sedang bekerja. Tapi sepertinya nanti aku tidak akan bosan lagi karena akan ada anak kami. Aku nanti bisa berbicara dengan anakku dan mengajaknya bermain kalau sudah besar. Jadi tidak sabar untuk menunggu kelahiran anakku. Ku usap pelan perutku yang mulai membuncit. Entah kenapa rasanya bahagia sekali bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD