"Mama meninggal karena apa, pa?" Tanyaku sedikit bergetar. Masih belum bisa menerima kematian mama meski empat hari sudah berlalu. Ya, aku memang baru bertanya sekarang karena tiap kali mengingat mama air mataku selalu mengalir. Hatiku masih saja sakit. "Mamamu ditabrak mobil hingga langsung meninggal di tempat, honey." Papa pun terlihat sama sedihnya denganku. Bahkan mungkin papa lah yang paling sedih di sini. Papa kehilangan wanita yang sangat dicintainya sejak SMA. Papa menarik tubuhku ke dalam pelukannya. "Kamu harus kuat ya, honey. Kamu masih punya Theo dan anak kalian. Kamu tidak boleh sedih terus. Kamu tidak mau kan anakmu keguguran karena terlalu tertekan akibat memikirkan mamamu?" Aku mengangguk lemah. "Queen memang masih punya Kak Theo dan anak kami tapi hati Queen tetap aja

