"Rencana pernikahan kita batal. Aku baru sadar, wanita yang ingin aku nikahi ternyata bukan kamu, tapi dia." Sedetik setelah keheningan di antara kami aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Hingga otakku selesai mencerna semuanya aku baru menyadari bencana apa yang sedang Utha limpahkan padaku. "Kap-hmhphnm! Hhhmnpfdphdmn... hmnphmbphf!!!" Utha menutup mulutku sebelum aku meluapkan semua amarahku padanya, lantas menyeretku keluar dari kamar itu tanpa lagi mengatakan apa-apa pada Cheryl. Cukup lama hingga kami hanya berdua saja di dalam lift, Utha baru melepaskan bekapannya di mulutku. "Lo! Kapan gue bilang gue mau nikah sama lo, hah?!? Kenapa lo harus libatin gue dalam masalah lo sih?! Salah gue apa?! Nanti kalau orang-orang malah nyangka gue perebut tunangan orang gimana?! Me

