2

564 Words
Bag 2 Suasana terasa begitu sepi Rena baru saja selesai bersih bersih dan bersiap untuk tidur sudah sangat lelah karena seharian berkeliling dimall, tak butuh waktu lama Rena sudah terlelap ditempat tidurnya. *** Malam berlalu begitu cepat, rasanya baru sebentar saja Rena memejamkan matanya namun matahari sudah kembali menyapa. Hari ini dia harus kembali bekerja seperti biasa. Rena bersiap siap dan berangkat setelah menghabiskan sarapannya. Brukkk... Baru beberapa langkah keluar dari halaman apartemen Rena sudah terjatuh karena ada mobil yang menyerempetnya. "Aahhw" lirihnya kesakitan. " sorry sorry kamu gak papa kan?" Tanya pria yang baru saja turun dari mobil. "Tidak,cuman lecet sedikit". Jawab Rena sambil berusaha berdiri dibantu oleh Yuda. Laki laki itu ada Yuda Barata putra tunggal dari pemilik salah satu perusahaan terbesar diAsia. "Kita ke RS aja ya aku takut kamu kenapa napa atau ada luka dalam biar segera diobati" Ajak Yuda khawatir. "Engga usah aku gak papa yaudah aku duluan ya takut telat" ucap Rena sambil berjalan namun langkah nya langsung terhebti karena pria itu menggenggam tangannya dengan cepat. "Biar aku antar" ucap pria itu dengan tatapan memohon. "Sebagai permintaan maaf" lanjut pria itu sambil membuka pintu mobil dan mempersilahkan Rena masuk. Karena merasa tidak enak akhirnya Rena mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil. Setelah 40 menit diperjalanan akhirnya mobil itu sampai didepan sebuah gedung tinggi. Renapun turun dan mengucapkan terimakasih kepada Yuda karena telah mengantarkan ke kantor. "Apa perlu aku antar sampai dalam?" Tanya Yuda yang merasa khawatir melihat Rena yang sedikit terluka dibagian kakinya. "Ah tidak perlu, aku bisa sendiri, aku duluan permisi" ucap Rena lembut dengan senyum ramahnya. Yuda mengangguk sopan dan melajukan kembali mobilnya. Sejak pertemuan itu yuda terus mengingat bayang bayang wajah Rena, Yuda memang sudah tertarik sejak pertama kali melihat gadis itu di cafe Mall tempo hari. *Flasback* Yuda sedang mengadakan pertemuan dicafe mewakili perusahaan nya meeting dengan klien penting. Dia duduk sendirian menunggu klien sambil menghabiskan segelas cappucino yang dipesannya tiba tiba matanya terfokus pada sesuatu dipintu masuk. Matanya menangkap sosok seorang gadis cantik berjalan menuju meja disebelahnya dan duduk disana bersama seorang temannya. Yuda tidak bisa mengalihkan perhatian nya dari gadis itu. "cantik sekali gadis itu, terlihat sangat anggun memandangnya benar benar meneduhkan" gumamnya dalam hati. Sementara Rena sama sekali tidak sadar jika diam-diam ada seseorang yang sedang memperhatikan nya sedari tadi. *Flashback off* "Gadis itu, manis dan sangat cantik gak nyanka bisa ketemu lagi, sepertinya memang berjodoh" gumam Yuda sambil tersenyum penuh keyakinan. Yuda terus melajukan mobil menuju kantornya dengan gembira khas orang sedang jatuh cinta. Dalam hatinya berencana untuk menemui gadis itu lagi besok dan tentu saja dengan alasan kebetulan dan seolah tidak pernah disengaja. Mobil itu sampai didepan gedung perkantoran, Yuda segera memarkir mobilnya ditempat khusus mobil petinggi perusahaan. Yuda adalah pewaris tunggal keluarganya dia bahkan sudah menjadi CEO diperusahaan properti itu untuk menggantikan posisi ayahnya yang sudah tidak muda lagi, tapi sesekali ayahnya masih suka mengontrol ke perusahaan untuk memastikan bahwa Yuda benar benar mengurusnya dengan baik. "Dik coba kamu cari tahu tentang dia" Ucap Yuda memperlihatkan sebuah foto seorang gadis dari ponselnya. "Memang nya dia siapa?" Tanya asisten nya itu. "Udah jangan banyak tanya kerjain aja!" Diki adalah asisten sekaligus sahabatnya, mereka sudah sangat dekat sejak kecil. Sehingga keduanya tidak bersikap seperti atasan dan bawahan jika hanya berdua. Diki juga satu-satunya orang kepercayaan ayahnya Yuda. Dia dipercaya untuk membantu dan menemani Yuda dalam setiap pekerjaan nya dikantor.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD