Ceklek. Pintu ruangan terbuka, seorang perawat tampak keluar dari sana. “Maaf sus, kami keluarga dari pasien yang berada di dalam. Apa kami bisa melihat pasien?” “Oh, iya silakan Pak. Tapi, hanya 10 menit saja ya.” “Baik sus.” Sam dan Asa akhirnya masuk ke dalam ruangan dengan baju khusus yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit dan mereka juga tidak bisa berlama-lama berada di sana, karena ruangan harus tetap steril. Saat memasuki ruangan yang didominasi dengan warna putih dan berbau obat-obatan tersebut, Asa mengambil posisi di sebelah ranjang, menatap suaminya yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri. Terlihat perban putih yang melilit di kepalanya dan juga selang oksigen yang masuk ke dalam mulutnya, atau biasa disebut dengan ventilator. Hatinya berdenyut sakit ketika

