Bab Dua Tujuh

1481 Words

Arga kini tengah menghadap keluar jendela kaca nya menatap jalanan yang di penuhi oleh lampu malam ini. “Ada apa dad, kau baru saja mengganggu aktivitas ku, damn?” Umpat Arga saat mengangkat telfon dari daddy nya. “Berani nya kau mengumpat kepada daddy mu Arga.” Jawab Martin. “Mengapa daddy menelfon ku.” Tanya Arga. “Mengapa kata mu, harus nya daddy yang bertanya pada mu Arga, apa yang sudah kau lakukan?” tanya balik daddy nya. “Aku sedang melakukan sesuatu di ranjang jika daddy ingin tahu.” Jawab Arga dengan kesal, karena daddy nya sudah menganggu kegiatan nya. “Apa kau menyewa seorang jalang lagi huh?” Tanya Martin galak pada putra nya. “Apa daddy pikir aku menyukai tubuh seorang jalang, itu tidak mungkin dad.” Jawab Arga membanggakan dirinya. “Ah sudahlah lupakan, daddy ingin be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD