Setelah pulang kantor Elia langsung mampir ke supermarket untuk mengisi kembali keperluan dapurnya yang hanya tersisa sedikit. Dan disinilah Elia sekarang tengah sibuk memilih berbagai buah buahan, sayur, daging, roti dan beberapa jenis pasta serta beberapa bumbu dapur lain nya.
Kemudian Elia berjalan menuju tempat penjualan berbagai jenis makanan ringan. Saat tengah mendorong trolly ia melihat seorang wanita yang sedang kesusahan mengambil chiki.
“Permisi Mrs, bolehkah saya membantu anda?”tawar Elia pada wanita itu.
“Elia senang sekali bertemu dengan mu” ucap wanita itu ketika membalik kan badanya, ternyata itu adalah Mrs.Brisiana Himawan, ibu dari Arga.
“Tidak di sangka kita bertemu di tempat ini Mrs” ucap Elia dengan senyum ramah. Elia tidak berbohong sungguh kebetulan sekali mereka bertemu disini
“Kalau aku ini seorang pria tanda nya mungkin kita berjodoh Elia”ucap Mrs.Brisina dengan tertawa kecil.
“Anda bisa saja, manakah yang bisa saya bantu ambilkan Mrs.”balas Elia dengan sedikit tertawa.
“Terimakasih Elia, bisa kah kau membantu ku ambilkan itu”tunjuk Mrs.Brisiana pada Elia
“Tentu Mrs, apakah masih ada lagi Mrs”tanya Elia lagi
“Aku rasa cukup Elia, apa kau sudah selesai berbelanja?”tanya Mrs.Brisiana pada Elia.
“Sedikit lagi Mrs, ketika aku sudah mendapatkan makanan ringan itu”tunjuk Elia dan pandangan Mrs.Brisiana mengikuti jari Elia menunjuk.
“Baiklah Elia, setelah ini mau kah kau makan dengan ku. Sebagai tanda terimakasih?”
“Anda tidak perlu repot repot Mrs., saya dengan senang hati membantu anda”
“Ah tidak Elia, kalau begitu mari kita bayar ini kemudian kita pergi ke restoran.”
“Anda baik sekali Mrs.Brisiana”puji Elia.
Sekarang mereka tengah menyantap makanan di restoran korea yang sangat terkenal ini, ternyata mereka memilik selera yang sama. Elia memang menyukai makanan korea sedari dulu , bukan hanya makanan nya saja bahkan Elia menyukai boyband k-pop EXO yang sangat terkenal, jika membahas soal boyband ada 1 boyband lagi yang benar benar membuat Elanor jatuh cinta, yaitu One Direction. Mungkin hampir semua wanita mengenal bahkan menyukai One Direction, membayangkan nya saja membuat Elia ingin melihat konser mereka.
“Elia apa kau sering bertemu dengan putra ku di kantor?”tanya Mrs.Brisiana.
“Tidak Mrs, pertama kali saya bertemu dengan nya adalah ketika meeting kemarin saat bertemu dengan anda juga”
“Dia sudah lama sekali tidak pulang ke mansion Elia, dasar anak nakal”ucap Mrs.Brisiana dengan lesu
“Apakah Mr.Arga tidak tinggal bersama anda Mrs.Brisiana?”tanya Elia.
“Tidak Elia, dia tinggal di mansion nya sendiri.”jawab Mrs.Brisiana dengan menghela nafasnya. Elia paham sekali apa yang dilakukan Arga, itu mendakan Arga ingin dewasa dan mandiri jauh dari orang tuanya
“Tidak apa Mrs.Brisiana, mengapa anda tidak berkunjung saja ke mansion Mr.Arga. Di usia kami memang kebanyakan memilih untuk tinggal sendiri, begitupun dengan saya.”ucap Elia sedikit memihak Arga.
“Apa kau juga tinggal sendiri Elia?”
“Bagaimana jika anda memanggil saya dengan hanya El saja Mrs, agar tidak terlalu panjang. Dan yaa saya tinggal sendiri dan memilih apartemen Mrs”jawab Elia.
“Baiklah, aku harap nanti bisa memiliki menantu yang baik seperti mu El”tiba tiba Mrs.Brisiana berkata seperti itu sambil mengusap tangan ku.
Aku pun hanya bisa tersenyum saat Mrs.Brisiana berkata demikian, setelah mengatakan itu suasana berubah menjadi sangat canggung. Setelah selesai makan mereka pun pergi keluar restoran secara bersama, tapi kami berpisah karena Mrs.Brisiana pulang dengan sopir pribadi nya yang menunggu di depan.
“Mrs.Brisiana terimakasih atas makanan nya tadi”ucapku sebelum menaiki mobil.
“Tentu El, semoga kita bisa bertemu di lain waktu”ucap Mrs.Brisiana lalu menaiki mobil sambil melambaikan tangan ke arah Elia, Elia pun membalas nya kemudian menaiki mobil ku untuk pulang ke apartement
Setelah sampai di depan lobby apartement nya Elia keluar mobil memanggil petugas agar bisa membantu nya untuk membawa semua belanja Elia. Elia berjalan terlebih dahulu kemudian di ikuti oleh petugas yang membantu nya, setelah sampi di depan unit apartement nya Elia masuk dan memberi uang tips kepada petugas tadi sebagai tanda rasa terimkasih.
Sebelum membereskan belanjaan nya tadi, Elia terlebih dahulu membersihkan badan dan menggunakan pakaian yang nyaman.
Sebelum turun ke dapur Elia mengecek ponsel nya sebentar. Banyak sekali pesan masuk di ponsel nya, tapi Elia tidak berniat membalasnya, dia hanya membalas pesan dari mommy nya saja dan turun ke dapur meninggalkan ponsel di kamar.
“Ya tuhan banyak sekali belanjaan yang harus ku bereskan, baiklah semangat Elia”ucap Elia pada diri sendiri
Tidak lama kemudian Elia sudah membereskan belanjaan itu semua.
“Akhirnya selesai juga”Elia berbicara sambil meregangkan otot otot nya.
“Aku ingin meminum jus jeruk dan memakan buah anggur serta buah apel”ucap Elia sambil membuka kulkas.
Setelah selesai mengupas buah apel kini Elia sedang menonton film perjalanan One Direction, sudah berkali kali Elia menonton film itu tapi ia tidak pernah bosan, bahkan setiap menonton film yang berjudul “This Is Us” itu Elia selalu menangis terharu.
“I miss u One Direction”ucap Elia dengan mengusap air mata yang meneres di pipi nya.
Tanpa sadar tiba tiba saja Elia tertidur dengan televisi yang masih menyala. Ia terbangun saat mendengar bel apartement nya berbunyi.
“Ah siapa yang berani menggangu tidur nyenyak ku”omel Elia dengan meregangkan tubuhnya sambil menguap. Kemudian Elia berdiri dan membuka pintu apartement nya.
“Tidak ada siapa siapa tapi mengapa tadi ada yang memencet bel apartement ku”ucap Elia dengan menoleh ke kanan dan kiri tapi tidak menemukan siapa pun disana, tapi saat Elia menunduk dia melihat ada sebuah kotak yang di tujukan untuk dirinya.
“Untuk ku tapi dari siapa ini”Elia membawa kotak itu dan masuk kembali ke apartement nya.
Setelah Elia duduk di depan televisi, ia pun membuka kotak itu. Disana berisi beberapa foto Elia saat sedang keluar dari apartement,memasuki mobil bahkan sampai foto saat dia sedang makan dengan Mrs.Brisiana, dan disana juga ada kertas.
“I miss you honey, untuk saat ini aku akan mengawasi mu dari kejauhan tapi suatu saat nanti aku akan menemui dan mendapatkan hatimu kembali Honey, Vino” Elia kemudian meremas kertas dan membuang semua foto yang dikirimkan Vino untuknya.
“Argh sial, jadi Vino telah mengikuti ku, ya tuhan kenapa dia kembali mengganggu kehidupan ku lagi”ucap Elia dengan memegang kepala nya.
“Apa aku harus memberitahu Leon dan Sarah tentang ini, tapi aku tidak ingin mereka mengkhawatirkan ku, sebaiknya aku merahasiakan ini selagi Jacskon tidak keterlaluan kepadaku. Tapi Vino cukup membuat Elia merasa resah dan merasa ketakutan.
Tbc..