Kembali Kerja

1096 Words
Setelah beberapa hari pergi untuk bulan madu akhirnya Selvi dan Gilang kembali lagi kerutinitas mereka sehari - hari. Selvi merupakan pemilik restoran ia memiliki beberapa cabang restoran sedangkan Gilang mulai kembali ke kantor Wijaya Corp untuk bekerja. "Pagi cinta hari ini sarapan apa?" tanya Gilang setelah mencium pipi Selvi. "Hai hon, hari ini aku baru buat roti aja engga papa kan? soalnya bahan masakan di kulkas habis mungkin pulang dari restoran aku baru ke supermarket untuk beli." Jelas Selvi. "Ok nanti aku temani, gimana kalau pulang nanti aku jemput ?" "Boleh nanti aku minta dijemput Andre aja ya." Dibalas deheman oleh Gilang **** Wijaya Corp Saat ini Gilang sudah sampai di kantor kemudian dia naik menuju lantai 17 dimana itu merupakan letak ruangannya. Saat sudah keluar dari lift Gilang melihat Arsa dan Cassandra sebagai Sekretarisnya, benar Gilang memiliki 2 sekretaris dia berharap dengan adanya 2 sekretaris dapat meringankan pekerjaannya. "Selamat pagi pak." Sapa Arsa dan Cassandra secara bersamaan. "Pagi, apa jadwal saya hari ini?" Tanya Gilang kepada Cassandra. "Hari ini bapak ada meeting dengan Jaya grup pukul 9 dan dilanjutkan makan siang. Setelah itu bapak harus menandatangani beberapa dokumen pak." Jelas Cassandra dengan rinci. "Ok siapkan, dan kamu Arsa jangan sampai meeting kali ini ada kesalahan." Titah Gilang. "Baik pak." Jawab mereka secara bersamaan. Setelah Gilang pergi Arsa dan Cassandra mengobrol. "Huft dapat bernapas lega." Cicit Cassandra atau yang biasa dipanggil Sandra. "Gila gila gila masih pagi auranya mencekam nih." "Sana lo siapin bahan meeting, salah di out lo." Ledek Sandra. "Asemmmm lo San." **** Pukul 4 sore semua pekerjaan Gilang telah selesai ia kemudian pergi menuju lobby. Tujuan Gilang saat ini yaitu pergi ke restoran sang istri untuk menemani sang istri belanja perlengkapan dapur. Saat sampai didepan kantor ia melihat Sandra sedang menunggu di lobby juga. "Ehemmmm." Gilang berdehem. "Selamat sore bapak apakah bapak sedang menunggu mobil?" Sapa Sandra. "Iya saya sedang menunggu mobil, apa kamu sedang menunggu jemputan?" "Ah iya pak tadi saya memesan online ternyata ditolak terus mungkin mendekati jam pulang kantor." Jelas Sandra. "Kamu mau pulang kemana?" "Ah saya tinggal di perumahan Asri Jaya pak." "Kalau begitu bareng saya saja saya mau ketempat istri saya yang dekat perumahan kamu." Ajak Gilang. "Ah tidak usah pak takut merepotkan." "Ayoo saya tidak menerima tolakan." Akhirnya Sandra ikut mobil Gilang. Sepanjang perjalanan terjadi keheningan dan rasa canggung. Akhirnya Gilang bertanya kepada Sandra. "Sandra apa kamu sendirian tinggal di Jakarta saya tidak pernah melihat orang tua atau saudaramu ketika perusahaan mengundnag keluarga." Tanya Gilang. "Iya saya sendiri pak, kedua orang tua saya telah meninggal beberapa tahun lalu dan saya merupakan anak tunggal jadi ya begini sendiri." Jawab Sandra dengan senyumamn tapi didalam hatinya Sandra sedih karena harus sendiri didunia ini. "Maaf bukan maksud saya buat kamu sedih saya hanya penasaran." Gilang meminta maaf pada Sandra. "Tidak apa - apa pak saya sudah menerimanya." "Baiklah, ini yang mana rumahmu?" Tanya Gilang karena sudah memasuki perumahan. "Depan belok kanan pak nanti cat rumah warna putih." Rumah cat warna putih terlihat sangat bersih dan rapi dengan bunga dan tanaman yang tertata indah sehingga yang melihat senang. "Terima kasih ya pak sudah mengantarkan saya, salam untuk ibu Selvi." "Iya nanti saya sampaikan." Sampai restoran Selvi sudah menunggu. "Hai hon kok lama sih datangnya." "Iya tadi nganterin Sandra dulu." Karena mendengar jawaban Gilang Selvi mulai menatap curiga Gilang. "Tadi dia pesan ojol tapi ditolak terus yaudah aku tawarin karena searah hon." Jelas Gilang. "Wkwkwk serius banget sih cinta santai aja aku juga bukan cemburuan. Mau langsung atau makan dulu didalam?" "Langsung aja yuk nanti makan di sana saja." **** Sampai di supermarket keduanya langsung menjelajah stand untuk makanan. Selvi mengambil beberapa daging ayam, sapi maupun ikan kemudian ia mengambil sayur mayur sedangkan Gilang sedang memilih buah - buahan. Selvi dan Gilang juga tidak lupa mengambil s**u untuk diminum nantinya dan untuk Selvi masak juga. "Cinta yuk ke stand bahan untuk buat kue buat nenek." Ajak Selvi. "Ketempat nenek ngapain?" Tanya Gilang "Ah aku lupa bilang kamu nenek ingin makan malam sama kita juga Galang, kangen kali sama kalian kan kalian sekarang sibuk banget." "Hmmm yasudah buat saja sekalian beli bahan kue brownis ya aku mau itu." Saat mereka sedang memilih - milih bahan kue ada yang menyapa Selvi. "Hai ini Selvi kan?" Sapa seorang wanita yang bernama Stella. "Iya benar ini Selvi siapa ya maaf?" Tanya Selvi. "Ah ternyata benar ini kamu, masa kamu lupa sih sama aku. Aku Stella temen waktu SMA inget engga?" Tanya Stella. Selvi masih berfikir Stella temannya yang mana setelah mengingat beberapa menit akhirnya Selvi ingat. "Ah Stella yang dulu suka keluar masuk ruang disiplin ya?" Canda Selvi. "Kamu mah yang diingat masa keluar masuknya ruang disiplin, lihat dong cantiknya juga." Karena cukup lama mendengar Selvi dan Stella reunian akhirnya Gilang berdehem. "Ehemmmm." Selvi yang lupa adanya Gilang kemudian dia memperkenalkan Gilang pada Stella. "Eh Stell kenalin ini suami aku." "Gilang"." Stella" "Oh ya ini siapa Stell anak kamu?" Tanya Selvi setelah melihat bayi mungil yang cantik. Sebelum menjawab pertanyaan Selvi, Gilang menyela ucapan Stella. "Apa tidak sebaiknya kita cari tempat duduk atau tempat minum." Usul Gilang dan disetujui oleh mereka berdua. Setelah menyelesaikan belanja kebutuhan dapur akhirnya mereka pergi ke tempat ngopi untuk melanjutkan mengobrol tetapi Gilang pamit sebentar untuk melihat pakaian golf yang terbaru daripada mendengarkan mereka berdua reuni masa SMA. "Duh Sel gimana sih caranya dapet suami ganteng begitu?" Tanya Stella. "wkwk pelet dong Stell." Canda Selvi. "Gila lo. Btw mana anak kamu kesini cuma berdua aja?" Tanya Stella tanpa tahu bahwa Selvi dna Gilang belum mempunyai anak. "Aku sama suamiku selama ini belum mendapatkan momongan Stel." Jawab Selvi sedih. Karena mendengar jawab Selvi akhirnya Stella memeluk Selvi. "Maaf ya Sel aku engga tahu kalau kamu belum punya momongan." Stella merasa tidak enak kepada Selvi. "Engga papa kok kita juga lagi berusaha untuk secepatnya mensapatkan momongan doakan ya Stel." "Aku doakan agar kamu cepat mendapatkan momongan ya, nanti kita playdate sama anak - anak kita lucu kali ya Sel." "Lalu keluarga suamimu bagaimana mereka aman aja kan sama kamu?" Lanjut tanya Stella. "Mereka semua baik kok Stell mereka juga selalu mendukung aku untuk sabar dan selalu berusaha. " Jawab Selvi tidak sepenuhnya benar memang mereka baik kepada Selvi tetapi dia tahu bahwa didalam lubuk hati mertuanya pasti ingin cepat menimang cucu. "Alhamdulillah kalau mertua belum menyuruh kamu segera mempunyai anak mah kamu bisa santai kalaupun cuma berdua hidup didunia juga engga papa." 30 menit kemudian Gilang datang sambil membawa beberapa kantong belanjaan dan Gilang memberikan Stella 1 kantong belanjaan untuk anak Stella. Setelah itu mereka pulang karena mereka merasa sudha cukup lama mengobrol
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD