CINTA KEDUA 29 Oleh: Kenong Auliya Zhafira Keinginan kadang kala tidak selalu berjalan seperti harapan dan impian. Apalagi jika keadaan memanglah belum memungkinkan. Menunggu bersama kesepakatan diri dengan waktu adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan. Meskipun harus menahan dan menekan ego dalam diri sekuat mungkin. Namun, semua itu akan sesuai janji Tuhan, yakni indah pada waktunya. Arfan yang sejak dulu memasrahkan segala kisah hidupnya pada Sang Penguasa Semesta mencoba kembali berserah untuk wanita di hadapannya. Ia bahkan menarik napasnya dalam sambil mencari kata yang tepat. “Fan ... kamu dengar Ibu, kan? Kapan kalian akan punya anak? Usiamu sudah semakin tua. Mau menunggu sampai kapan? Meski ada Adam dan Abi, tapi itu anak dari Wening, bukan dari Nesha.” Sang ibu kembali be

