CINTA KEDUA 35 Oleh: Kenong Auliya Zhafira Mendapat dua hubungan yang mengikat dengan rasa berbeda pada waktu bersamaan rasanya seperti berada di antara tepian jurang. Ada sisi ingin pergi mencari jalan pulang, tetapi satu sisi ada jalan setapak yang siap menjatuhkan segala perasaan. Nesha tidak tahu harus membuka atau menutup rapat bibirnya untuk kejutan semesta yang baru saja menghantam raga. Baginya, wanita yang telah melahirkan seorang Arfan adalah ibu kedua. Perhatian untuk dirinya sebagai orang asing yang datang dengan cara paling hina cukup membuat hati tersentuh. Akan tetapi, ada ketidakrelaan diri jika sang mertua mengetahui anak lelakinya telah menggoreskan sebilah pisau. Dengan senyum yang terpaksa menghias bibir, Nesha menjawab, “Ibu tidak perlu khawatir. Kami baik-baik

