19.

734 Words

Happy reading! "APA?" teriak Abraham kaget dengan ucapan Eka. Saat ini mereka masih di dalam mobil, di tepi jalan yang sepi. Eka menceritakan pada Abraham mengenai surat ancaman dan teror yang terus berlanjut, Eka juga menceritakan bagaimana Ivy gelisah saat datang ke rumahnya waktu itu. Abraham mendengarkan semua cerita yang mengalir dari mulut Eka, ia menggeram marah dan mencengkeram stir kemudi sampai jari-jarinya memutih. "Kenapa kalian tidak bilang sedari awal padaku?" tanya Abraham marah karena Ivy dan Eka bungkam mengenai teror itu. "Aku awalnya ingin memberi tau om, tapi Ivy mencegahku karena peneror itu tau gerak-gerik Ivy dan aku." "Jadi karena itu kalian tetap bungkam?" Eka mengangguk. Abraham memijit pelipis dan kepalanya yang terasa berdenyut, ia tak habis pikir dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD