Pikiran Venus benar-benar kacau, bahkan sepanjang perjalanan pulang ia terus menangis. Entah untuk menangisi hal apa, karena semuanya terasa begitu bergejolak, campur aduk dalam hatinya. Emosi tidak stabil yang tidak bisa dikendalikannya saat ini membuat Venus memutuskan untuk ke panti. Dimana semuanya berawal. Kedatangannya bukan untuk mengenang kembali memori pahit yang pernah terjadi, tapi untuk menemui seseorang yang memiliki tangan ajaib. Kenapa ajaib? Ya, karena Venus selalu mendapat ketenangan setelah mendapat sentuhan dan usapan lembut tangan ajaib itu. "Vee," Ibu terkejut melihat Venus berdiri di ambang pintu setelah sekian lama keduanya tidak bertemu. Ibu masih tetap tinggal di panti dengan beberapa penghuni lainnya, tapi tidak sepenuhnya Ibu yang mengurus ada beberapa orang

