32. Awal Petualangan

1476 Words

"Bantu aku kabur dari sini, aku ingin memperjuangkan apa yang harus aku berjuangkan." Ucap Tan, berbarengan dengan tubuhnya yang diangkat oleh Meisie kedalam mobil. Baram berkacak pinggang, "Merepotkan." "Seharusnya sejak awal kita tidak usah mempercayai mulut tipisnya." "Tapi bagaimana, dia tampan dan juga banyak uang," A-yeong membayangkan wajah pria yang menjadi otak dibalik semua ini. "Aku jadi berniat mengencaninya jika bertemu lagi." "Tapi dia bermulut iblis," Baram mengingat. Sedikit bergidik ngeri ketika perempuan itu tak sengaja melihat 'otak kejahatan' mereka melempar gelas tanpa menyentuhnya, "dan dia juga memiliki wajah yang terlalu cantik untukmu yang memiliki ukuran wajah seadanya." A-yeong tidak terima, "YAK!" "Yak! Apa yang kalian lakukan dengan mengobrol, hah? Sebaik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD