"Jangan, para penculik bisa saja masih mencari kita," sergah Se Joon, "kita tidak akan bisa saling melindungi jika berpencar, lagipula kita tidak mengenal tempat ini, kita bisa saja tersesat." Welsi Korgi itu menyetujui perkataan Se Joon. Lagipula Se Joon itu manusia, pasti otaknya lebih cerdas. Mengingat fakta bahwa Se Joon adalah manusia yang jiwanya tengah terjebak di dalam tubuh sang anjing, membuat Welsi Korgi itu terkekeh sendiri. "Ada sesuatu yang lucu?" Se Joon penasaran melihat anjing disampingnya itu senyum-senyum sendiri. "Tidak ada," Welsi Korgi itu menggeleng, "para anjing itu sedang apa?" Tanya Moery ketika melihat banyak anjing mengerumuni sepasang kakek dan nenek yang tengah duduk di kursi taman. "Ayo, kita dekati." Se Joon berlari menuju kerumunan itu dengan Moery yang

