[]π·πππ‘β πΊππππ - From One to One Thousand Survivals[]
Episode 1.2: Rumah hantu - Games 40
Genre :[[>Psychological Horor, Mystery, Fantasy<]]
[Fragmen 3/11]
[]Batin Enthy Games ke-43[]
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan keluargaβ¦?β
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan temanβ¦?β
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan orang terdekatβ¦?β
βEnthyβ¦ aku selalu bertanya-tanya tentang ituβ¦β
βTapi sama sekaliβ¦β
β... Siapaβ¦?β
βApa yangβ¦ kukatakan ini ada artinyaβ¦?β
βApa kata-kataku ini tidak ada artinyaβ¦?β
β... Kalau ada artinyaβ¦ apa arti sebenarnya dari kata-kataku iniβ¦?β
βAkuβ¦ sama sekali tidak mengertiβ¦ kenapa aku selalu bertanya soal iniβ¦?β
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan keluargaβ¦?β
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan temanβ¦?β
βSiapaβ¦ yang dimaksud dengan orang terdekatβ¦?β
βEnthyβ¦ aku selalu bertanya-tanya tentang ituβ¦β
βTapi sama sekaliβ¦β
β... Siapaβ¦?β
βApa yangβ¦ kukatakan ini ada artinyaβ¦?β
βApa kata-kataku ini tidak ada artinyaβ¦?β
β... Kalau ada artinyaβ¦ apa arti sebenarnya dari kata-kataku iniβ¦?β
βAkuβ¦ sama sekali tidak mengertiβ¦ kenapa aku selalu bertanya soal iniβ¦?β
Kata-kata itu selalu keluar dari pikirannya. Saat ini hingga ke masa depan.
Enthy, Neuro, Alisa, Rarasa, Wacha, dan Toami berdiri didepan gerbang.
Pintu gerbang berdiri kokoh.
Logam hitam tanpa celah.
Gerbang itu menampilkan waktu yang terus menurun.
10:20:20
10:20:19
10:20:18
10:20:17
Waktu terus berkurang yang menandakan gerbang itu akan terbuka saat mencapai angka nol.
Alisa (pandangan tertuju pada gerbang)
βJadiβ¦ kita harus tunggu disini ya?β
Alisa (menoleh ke arah Enthy) :
βAtau ini sebuah timer, yang bisa saja nanti meledak?β
Enthy (pandangan hanya tertuju kebawah bukan kelawan bicaranya) :
β... Aku tidak tahu.β
Enthy (tangan kanannya masih memegang erat tangan kirinya yang patah) :
β... Aku rasa konsep kali iniβ¦ sangat berbeda dari permainan yang sebelum-sebelumnya.β
Wacha dan Toami berada di sudut ruangan, melihat barang-barang yang ada disana.
Tiga kasur lipat dan banyak pakaian Maid seperti yang mereka pakai.
Wacha (menunjuk tiga kasur lipat) :
βLihat, ada kasur lipat.β
(Jeda.)
βTapi hanya ada tiga.β
Enthy (menatap kasur lipat itu) :
βSebaiknya kita tidurβ¦ aku sudah terlalu lelahβ¦β
Wacha (menatap kasur lipat lalu menoleh ke wajah Enthy) :
βTapi kasur lipatnya kurang.β
Enthy (menatap wajah Wacha, tanpa ekpresi seperti bukan dirinya yang sebelumnya selalu tersenyum gila) :
βApa kamu bodoh.β
(Jeda.)
βLihat betapa besar ukuran kasur ini.β
Wacha (menggigit bibirnya sendiri, jelas sangat kesal atas perkataan Enthy itu) :
β!!!β
Enthy berjalan ke arah Kasur lipat itu.
Enthy (menatap kasur lipat tapi matanya sangat kosong) :
βMereka pasti menyuruh kita untuk beristirahat, jadi sebaiknya kita lakukan apa yang diperintahkan oleh mereka.β
Enthy (matanya sangat kosong seolah tidak sudah mati rasa) :
βYang pasti kasur ini untuk berdua.β
Toami (memegang tangan Wacha) :
βKalau begituβ¦ aku akan tidur bersama Wacha.β
Neuro (berjalan ke arah Rarasa) :
βKalau begitu aku akan tidur dengan Rarasa.β
Alisa (memegang pundak Neuro) :
βTidak-tidak, aku tidak mau tidur bersama Enthy.β
Sunyi beberapa saat.
Enthy (menatap mata Rarasa dengan mata ia sendiri sangat kosong) :
βBisa tolong buka.β
Rarasa (mengangguk pelan, berjalan ke arah kasur lipat) :
βB-baik.β
Semua kasur lipat sudah di buka.
Semua sudah di atas kasur lipat.
Mereka tertidur dengan rasa yang sangat amat mereka nggak bayangkan. Yaitu ketakutan tiba-tiba mati saat tertidur pulas.
Namun berbeda dengan Enthy. Ia tertidur pulas, sangat pulas seolah menunggu untuk dibunuh oleh seseorang.
Namun orang itu tidak datang-datang.
Hening muncul kembali, tapi tidak bertahan lama.
Ada keheningan di dalam keheningan, tapi itu⦠bukan kosong.
[Fragmen 4/11]
GLITCHβ
βAkan kuajari cara membunuh.β
Ada suara Valeria muncul didalam pikiran Enthy. Mimpi Enthy. Alam bawah sadar Enthy. Ingatan para pemain Death Games. Apapun itu.
βKamu sudah membunuh orang tuamu?β Ucap Valeria.
βBelumβ¦β Ucap Stella sambil menundukkan wajahnya.
βBegitu ya.β Ucap Valeria.
Valeria merobek bungkus jajanan dengan giginya.
βIni enak, kan?β Mengunyah perlahan makanannya sambil menatap Stella.
Stella tidak menjawab.
Ia hanya menatap air yang terus mengalir dari keran.
Air itu berputar di wastafelβ¦
lalu menghilang ke lubang pembuangan.
Seperti sesuatu yang tidak bisa kembali.
βDaun pakis meminum kabut pagi.β Tiba-tiba Valeria membacakan puisi sambil tersenyum tipis.
βLalu bergoyang hijau dan dingin.β
βCabak kelabu berkicau keras dan tinggi.β
βKisssβ¦ kisssβ¦ kisssβ¦β
βLalu, ia merapikan sangkarnya.β
βMerapikan bulunya dan turun.β
βLalu terbang ke luar sangkar lagi.β
βKabut menghilang.β
βDan matahari terbit tepat di timur.β
βCabak kelabu menahan cahaya terangnya yang memusingkan.β
βDan terbang ke arahnya seperti panah.β
βMatahari.β
βMatahari.β Stella mengikuti puisi yang dilontarkan Valeria padanya.
βOh, matahari.β
βOh, matahari.β
βTolong bawa aku kerumahmu.β
βTolong bawa aku kerumahmu.β
βAku tidak peduli jika aku mati terbakar.β Stella terus berpuisi meski Valeria sudah berhenti berpuisi.
βBahkan jika tubuh jelekkuβ¦β
βAkan memproduksi cahaya kecil saat terbakar.β
Suara Stella semakin mengecil.
Lalu hening.
Lalu suara lain muncul. Sangat banyak. Seolah kekacauan menjadi satu bagian.
-πΌπππππππππ πππ π’πππ ππππππ πππ ππππ ππππππππππ ππππππ’πβ¦-
βApa yang terjadi pada bebek kalau aku tidak jadi angsa?β
-π°ππ πππππππ ππππ ππ ππππ π’πππ ππππππβ¦-
βBebekβ¦?β
-π±πππ ππππππ πππππβ¦-
βKalau aku tidak berubah saat tumbuh dewasaβ¦β ββ¦aku harus jadi apa?β
-π±ππππ βπππππβ ππππππ βππππππβ... πππππ πππ ππππππ ππππππβ¦-
βMenurutmuβ¦ kamu ingin jadi apa?β
-πππππ πππ...-
βEh? Akuβ¦?β
βKalau aku tetap jadi bebekβ¦β
ββ¦aku lebih suka bebek.β
-π±πππππ πππ ππππππ πππ.-
βKalau begituβ¦ kamu akan baik-baik saja jika menjadi bebek.β
-π²ππππ’π ππππ’ππππππ πππππππ πππππ πππππ.-
β... Bahkan kalau aku tidak jadi angsaβ¦β
βBahkan kalau aku tidak bisa mengubah apapunβ¦β
βMeskipun begituβ¦β
ββ¦justru karena itu aku tetap di sini.β
βYang bisa aku lakukanβ¦β
ββ¦hanyalah melawan balik.β
ββ¦meskipun aku tidak berubah.β
-πππππ-πππππ ππππ’ππ ππ πππππ ππππ πππ.-
βKenapaβ¦ namaku Fyari?β
βDi bulan madu orang tuakuβ¦β
βMereka melihat sebuah karpet.β
βKarpetβ¦ capung.β
βAyahku sangat kagum melihatnya.β
βUkurannyaβ¦ sebesar ini.β
βTidakβ¦β
βSebesar ini.β
βKata ayahβ¦β
βBerbagai macam ceritaβ¦β
ββ¦akan kita tenun di karpet itu.β
βUntuk waktu yang panjang.β
βKeluarga akan selalu tetap bersama.β
-π·ππππ πππππ ππππππππ ππππππππ πππππππ πππππππ πππππ’π.-
βOh iyaβ¦β
-πΌπππππππ ππππππ’π π’πππ ππππππππ πππππ ππππ πππ.-
βKenapa namaku Fyari?β
βDi bulan madu orang tuakuβ¦β
βMereka melihat sebuah karpet.β
βKarpet capung.β
βAyahku sangat kagum melihatnya.β
βUkurannya sebesar ini.β
βTidakβ¦β
βSebesar ini.β
ββ¦berbagai macam ceritaβ¦β
ββ¦akan kita tenunβ¦β
ββ¦di karpet ituβ¦β
-π±ππππ ππππ π πππ πππππ ππππ πππ.-
βSalah diaβ¦β
βGadis yang seperti hantu ituβ¦β
βIni salah dia.β
βAndai saja dia tidak banyak bicaraβ¦β
βAndai saja dia tidak banyak bicaraβ¦β
βAndai saja dia tidak banyak bicaraβ¦β
βAndai saja dia tidak banyak bicaraβ¦β
-π³ππ πππππππππππ πππ π’πππ πππππ πππππππ.-
βHei.β
βHei, kenapa namaku Kazumi?β
βHa?β
βNamakuβ¦ kenapaββ
-π°ππ ππππβ¦-
βDiam.β
-ππππππππππππ’π πππ ππππππ πππππ.-
βHa?β
βAhββ
-π°ππ ππππ.-
βKarena kami ingin kau menjadi yang terbaik dalam segala hal.β
βTidak peduli sekecil apapun itu.β
βLebih cantik dari siapapun.β
βLebih kuat dari siapapun.β
βLebih berbudi.β
βKami ingin kau menjadi nomor satu.β
βApa yang harus kau lakukan?β
-πππππ, ππππππππ, πππ πππππ πππππππ’π πππππππππ.-
βApa yang harus kulakukanβ¦?β
-πΌπππππ πππππ πππ ππ ππππ.-
βBegini saja tidak apa-apa.β
βTidak apa.β
βKau hanya melakukan apa yang harus dilakukan.β
βKau adalah binatang buas yang lebih cantik dari siapapun.β
-πΌπππππ ππππππ πππππ ππππππ ππππππππππ.-
ββ¦Hah?β
βAku?β
βKalian memilih aku?β
βKenapa?β
βKonoha?β
βKamu janji nggak bakal ngevote aku!β
βKenapa kamu menulis namaku?β
βAku ngevote Viory!β
βLalu kenapa!?β
βAku ada salah apa?β
-πππππ πππππ ππππππ ππππππ πππππππ πππππ ππππππ.-
βSalahmu sendiri karena tidak melakukan apa pun.β
βViory yang pertama memimpin jalan sebelumnya.β
βLalu di lantai berikutnya, Konoha kehilangan kedua kakinya.β
βYang membantu Konoha sebelumnya adalah Enthy dan Lily.β
βDan Lily yang barusan memimpin jalan.β
βLalu di lantai berikutnya, Syuri kehilangan tangan kanannya.β
βDan Enthy lah yang membantunya.β
Maskot itu menunjuk langsung ke arah kamera.
βYang kau lakukan hanyalahβ¦β
βmenggendong Konoha beberapa saat.β
-πππππ πππππ π’πππ πππππ πππππ ππ πππππ πππ.-
βKok gituβ¦?β
βKenapa ini salahku?β
βBukannya kita sendiri yang memutuskan siapa yang memimpin jalan!β
βDengan gunting batu kertas!β
βIni bukan salahku!β
βKenapa kalian semua mengikuti apa yang dikatakan maskot itu!β
βPadahal cukup tulis nama orang yang mau disingkirkan!β
βKenapa seolah-olahβ¦β
βSemua ini salahkuβ¦β
βHanya karena alasan konyol!?β
βKenapa!!!β
βKenapa bukan Viory yang dipilih!!β
βEmangnya dia lebih baik dariku!!β
βSyuri, kamu lihat kan!?β
βSaat itu Viory larinya lebih cepat dari aku!β
βDia bahkan tersenyum ketika berlari!β
βDia senang bisa kabur tanpa peduli padamu!β
βSeharusnya yang dipilih dia!β
βBukan aku!!β
βHei!β
βKatakan sesuatu!β
βAku cuma punya lima menit lagi!β
βTidak akan kumaafkan!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βTerkutuklah kalian!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutuk kalian semua!!β
βAkan kukutukβ¦β
ββ¦kalian semuaβ¦β
-π±πππππ πππππ πππ ππππ-
-πΌπππππππ πππππ ππππππ-
βSalah.β
-π°ππ πππππππππ ππππ π πππ ππππ πππππ ππππ πππ.-
-πΌππππππ? πΌππππππ? (πΌππππππ?)-
βBunuh?β
-πΌππππππ πππ πππππππ πππππ πππππππ πππ?-
-πΌππππππ?-
βSalah.β
-π³π πππππ ππππππ πππ ππππ πππ ππππππ ππππ-ππππππ’π πππππ.-
βPura-pura mati?β
-π³ππππππ ππππππ π’πππ ππππππππβ¦ πππ πππππ πππππππ’ππ.-
βSalah.β
βJangan bertarung melawan pembunuh maniak, barulah benar.β
-πΌππππππ πππ πππ πππππ ππππππ ππππ.-
-π·πππ’π πππππ ππ πππππ, ππππππ πππππ πππ ππππππππππ, πππ ππππ πππππ.-
Enthy (membuka mata perlahan) :
βTidak masuk akal.β
(Jeda.)
βAkupun telah beberapa kali mengambil nyawa orang.β
βDidalam permainan.β
Enthy (berkedip, belum sepenuhnya terbangun) :
βSecara umum, aku juga.β
βTermasuk pembunuh maniak itu.β
βTujuan permainan ini bukan membunuh, tapi bertahan hidup.β Suara Xyola bergema disana.
Enthy menatap sekitar, ia bukan ditempat yang kemarin.
Tapi berada dirumah seseorang.
Enthy (berdiri kemudian menatap tangan kirinya yang sembuh) :
β... Kenapa tangan kiri ku bisa sembuh?β
Enthy (menoleh untuk melihat ruang itu) :
β... Sebenarnya aku berada dimana?β
Sosok (tiba-tiba muncul didepan Enthy) :
βJilat kuenya dilantai untuk menebus kesalahanmu.β
Enthy (diam, menatap sosok itu) :
β...β
Sosok (tidak menatap Enthy yang berada didepan Enthy melainkan menatap orang yang berada di belakang Enthy) :
βKenapa kau hanya berdiri saja?β
Enthy (menoleh ke belakang, ia melihat dirinya sendiri) :
β... Aku tidak ingat ini pernah terjadiβ¦β
β... Apa ini masa depanβ¦?β
Enthy masa depan (menatap kue yang berada dilantai) :
β...β
Enthy masa depan (tersenyum, seolah mencoba menebus dosa yang pernah ia lakukan) :
βYa, aku mengerti~β
Setelah merapihkan roknya, ia berlutut dilantai.
Di hadapannya tergeletak kue yang sudah hancur, perpaduan antara kue yang hangus dan aroma krim yang manis menciptakan aroma aneh pada ruangan.
Enthy (menatap dirinya sendiri, membayangkan rasa kering dan pahit yang menyebar ditenggorokan jika menelan itu)
β...β
Kepalanya menunduk kebawah krim dan remah-remah kue yang menempel di rambutnya yang lembut.
Enthy masa depan (menelan sedikit kue itu, alisnya berkerut) :
β...β
Enthy masa depan (tetap tenang dan memasukkan potongan kue pada mulutnya) :
β...β
Sosok (menghentikan gadis itu) :
βBerhenti.β
Enthy masa depan (tersentak kaget, ia menoleh ke sosok itu) :
β...!?β
βAda apa?β
(Berdiri perlahan.)
βApa kamu baik-baik saja?β
Sosok (sangat ragu apakah ia akan memberikan penawarnya atau tidak) :
βAku akan memberikan obat penawarnya jika kamu akan terus melakukan apa saja yang kukatakan.β
(Memikirkannya kembali. apakah memberikan obat penawar pada dia yang sudah gila ini⦠dan apakah dia tidak akan membunuh dirinya ketika memberikan obat penawar ini.)
βTapi.β
Enthy masa depan (membenarkan perkataan βjika kamu akan terus melakukan apa saja yang kukatakanβ dari sosok itu) :
βIya.β
(Menatap kue sepersekian detik lalu menoleh lagi ke sosok itu.)
βJika kamu ingin aku memakan kue ini, maka aku akan memakannya.β
Sosok (tidak percaya pada perkataan gadis itu, ia terus menatap gadis gila itu) :
βOh, jadi kamu akan mengikuti perkataanku ini.β
Enthy masa depan (tersenyum sambil memberikan fakta dan menerima apapun yang akan ia dapat) :
βSudah aku bilang~β
βKarena aku yang membunuh putrimu~β
(Jeda.)
βJadi aku menebus perbuatanku~β
Enthy masa depan (tangan kanannya ter ulur pada sosok itu sambil tetap tersenyum) :
βAku melakukannya karena kamu yang memintanya~β
Enthy masa depan (seolah perkataan dari sosok itu mutlak dan harus di turuti olehnya) :
βAku akan melakukannya~β
βKarena aku menerima perkataanmu~β
βApapun~β
Enthy masa depan (mengingat orang-orang yang pernah ia bunuh dan mencoba untuk menerima atau menebusnya dengan caranya sendiri) :
βJika kamu tidak percaya, aku akan membuktikannya ribuan kali.β
Sosok (diam, tidak langsung percaya pada orang yang telah membunuh anaknya) :
β...β
Enthy masa depan (menatap sosok itu yang mungkin perkataan ia barusan di anggap sebuah kebohongan bagi sosok itu) :
βTidak apa~β
βKamu tidak perlu mengatakan apa-apapun~β
Enthy masa depan (perlahan mendekat ke sosok itu, mungkin sosok itu menganggap ia adalah pembohong) :
βMari kita duduk dengan tenang sebentar.β
Gelap.
Semakin gelap.
Tidak ada cahaya sama sekali.
[Fragmen 5/11]
Tik. Tik. Tik.
Angka pada gerbang berdenyut seperti jantung buatan:
00:00:03
00:00:02
00:00:01
00:00:00
CRANGβ!!
Pintu gerbang terbuka.
Beberapa saat kemudian.
Enthy (membuka mata perlahan, tidak langsung fokus, seperti sedang memastikan kali ini memang nyata) :
β.....β
(Tangan kanannya kembali memegang tangan kirinya yang patah.)
Neuro (berdiri depan Enthy) :
βEnthy kenapa kamu bisa tertidur pulas seperti ini.β
Neuro (mengingat kejadian kemarin saat ia menampar Enthy karena emosi) :
βSoal kemarinβ¦β
βAku juga mau minta maaf soal kemarinβ¦ karena telah menampar muβ¦β
βPasti menurut kamuβ¦ aku menurunkan martabat veteranmu.β
Enthy (perlahan berdiri) :
βAku rasa tidak apa.β
Enthy (senyumnya kembali seperti kemarin namun berbeda, kali ini kosong seakan-akan mirip dengan yang barusan) :
βLagi pula Death Games sudah seperti rumah bagi orang sepertiku~β
Enthy (menepuk debu tak terlihat dari bahunya hanya dengan tangan kanannya saja, lalu melangkah lebih dulu tanpa menoleh):
βLalu, gerbangnya sudah terbuka~β
Gerbang itu sudah terbuka sejak tadi.
Sebelum Enthy terbangun.
Enthy dan Neuro berjalan ke arah gerbang.
Alisa, Rarasa, Wacha dan Toami sudah menunggu disana.
Mereka semua sudah berada di dalam gerbang itu.
Ruangan di dalam gerbang itu bulat. Besar. Tapi tidak terlalu besar.
Ada 6 tuas di ruangan itu.
Ketika mereka semua sudah masuk.
KRANGβ!!
Gerbang itu menutup kembali. Dengan dentuman suara yang keras.
Lalu hening kembali muncul.
[Layar hitam]
[To be continued]