Episode 1.2

2717 Words
[]π·π‘’π‘Žπ‘‘β„Ž πΊπ‘Žπ‘šπ‘’π‘  - From One to One Thousand Survivals[] Episode 1.2: Rumah hantu - Games 40 Genre :[[>Psychological Horor, Mystery, Fantasy<]] [Fragmen 3/11] []Batin Enthy Games ke-43[] β€œSiapa… yang dimaksud dengan keluarga…?” β€œSiapa… yang dimaksud dengan teman…?” β€œSiapa… yang dimaksud dengan orang terdekat…?” β€œEnthy… aku selalu bertanya-tanya tentang itu…” β€œTapi sama sekali…” β€œ... Siapa…?” β€œApa yang… kukatakan ini ada artinya…?” β€œApa kata-kataku ini tidak ada artinya…?” β€œ... Kalau ada artinya… apa arti sebenarnya dari kata-kataku ini…?” β€œAku… sama sekali tidak mengerti… kenapa aku selalu bertanya soal ini…?” β€œSiapa… yang dimaksud dengan keluarga…?” β€œSiapa… yang dimaksud dengan teman…?” β€œSiapa… yang dimaksud dengan orang terdekat…?” β€œEnthy… aku selalu bertanya-tanya tentang itu…” β€œTapi sama sekali…” β€œ... Siapa…?” β€œApa yang… kukatakan ini ada artinya…?” β€œApa kata-kataku ini tidak ada artinya…?” β€œ... Kalau ada artinya… apa arti sebenarnya dari kata-kataku ini…?” β€œAku… sama sekali tidak mengerti… kenapa aku selalu bertanya soal ini…?” Kata-kata itu selalu keluar dari pikirannya. Saat ini hingga ke masa depan. Enthy, Neuro, Alisa, Rarasa, Wacha, dan Toami berdiri didepan gerbang. Pintu gerbang berdiri kokoh. Logam hitam tanpa celah. Gerbang itu menampilkan waktu yang terus menurun. 10:20:20 10:20:19 10:20:18 10:20:17 Waktu terus berkurang yang menandakan gerbang itu akan terbuka saat mencapai angka nol. Alisa (pandangan tertuju pada gerbang) β€œJadi… kita harus tunggu disini ya?” Alisa (menoleh ke arah Enthy) : β€œAtau ini sebuah timer, yang bisa saja nanti meledak?” Enthy (pandangan hanya tertuju kebawah bukan kelawan bicaranya) : β€œ... Aku tidak tahu.” Enthy (tangan kanannya masih memegang erat tangan kirinya yang patah) : β€œ... Aku rasa konsep kali ini… sangat berbeda dari permainan yang sebelum-sebelumnya.” Wacha dan Toami berada di sudut ruangan, melihat barang-barang yang ada disana. Tiga kasur lipat dan banyak pakaian Maid seperti yang mereka pakai. Wacha (menunjuk tiga kasur lipat) : β€œLihat, ada kasur lipat.” (Jeda.) β€œTapi hanya ada tiga.” Enthy (menatap kasur lipat itu) : β€œSebaiknya kita tidur… aku sudah terlalu lelah…” Wacha (menatap kasur lipat lalu menoleh ke wajah Enthy) : β€œTapi kasur lipatnya kurang.” Enthy (menatap wajah Wacha, tanpa ekpresi seperti bukan dirinya yang sebelumnya selalu tersenyum gila) : β€œApa kamu bodoh.” (Jeda.) β€œLihat betapa besar ukuran kasur ini.” Wacha (menggigit bibirnya sendiri, jelas sangat kesal atas perkataan Enthy itu) : β€œ!!!” Enthy berjalan ke arah Kasur lipat itu. Enthy (menatap kasur lipat tapi matanya sangat kosong) : β€œMereka pasti menyuruh kita untuk beristirahat, jadi sebaiknya kita lakukan apa yang diperintahkan oleh mereka.” Enthy (matanya sangat kosong seolah tidak sudah mati rasa) : β€œYang pasti kasur ini untuk berdua.” Toami (memegang tangan Wacha) : β€œKalau begitu… aku akan tidur bersama Wacha.” Neuro (berjalan ke arah Rarasa) : β€œKalau begitu aku akan tidur dengan Rarasa.” Alisa (memegang pundak Neuro) : β€œTidak-tidak, aku tidak mau tidur bersama Enthy.” Sunyi beberapa saat. Enthy (menatap mata Rarasa dengan mata ia sendiri sangat kosong) : β€œBisa tolong buka.” Rarasa (mengangguk pelan, berjalan ke arah kasur lipat) : β€œB-baik.” Semua kasur lipat sudah di buka. Semua sudah di atas kasur lipat. Mereka tertidur dengan rasa yang sangat amat mereka nggak bayangkan. Yaitu ketakutan tiba-tiba mati saat tertidur pulas. Namun berbeda dengan Enthy. Ia tertidur pulas, sangat pulas seolah menunggu untuk dibunuh oleh seseorang. Namun orang itu tidak datang-datang. Hening muncul kembali, tapi tidak bertahan lama. Ada keheningan di dalam keheningan, tapi itu… bukan kosong. [Fragmen 4/11] GLITCH– β€œAkan kuajari cara membunuh.” Ada suara Valeria muncul didalam pikiran Enthy. Mimpi Enthy. Alam bawah sadar Enthy. Ingatan para pemain Death Games. Apapun itu. β€œKamu sudah membunuh orang tuamu?” Ucap Valeria. β€œBelum…” Ucap Stella sambil menundukkan wajahnya. β€œBegitu ya.” Ucap Valeria. Valeria merobek bungkus jajanan dengan giginya. β€œIni enak, kan?” Mengunyah perlahan makanannya sambil menatap Stella. Stella tidak menjawab. Ia hanya menatap air yang terus mengalir dari keran. Air itu berputar di wastafel… lalu menghilang ke lubang pembuangan. Seperti sesuatu yang tidak bisa kembali. β€œDaun pakis meminum kabut pagi.” Tiba-tiba Valeria membacakan puisi sambil tersenyum tipis. β€œLalu bergoyang hijau dan dingin.” β€œCabak kelabu berkicau keras dan tinggi.” β€œKisss… kisss… kisss…” β€œLalu, ia merapikan sangkarnya.” β€œMerapikan bulunya dan turun.” β€œLalu terbang ke luar sangkar lagi.” β€œKabut menghilang.” β€œDan matahari terbit tepat di timur.” β€œCabak kelabu menahan cahaya terangnya yang memusingkan.” β€œDan terbang ke arahnya seperti panah.” β€œMatahari.” β€œMatahari.” Stella mengikuti puisi yang dilontarkan Valeria padanya. β€œOh, matahari.” β€œOh, matahari.” β€œTolong bawa aku kerumahmu.” β€œTolong bawa aku kerumahmu.” β€œAku tidak peduli jika aku mati terbakar.” Stella terus berpuisi meski Valeria sudah berhenti berpuisi. β€œBahkan jika tubuh jelekku…” β€œAkan memproduksi cahaya kecil saat terbakar.” Suara Stella semakin mengecil. Lalu hening. Lalu suara lain muncul. Sangat banyak. Seolah kekacauan menjadi satu bagian. -π™ΌπšŽπš—πšŠπš—πšπšπšžπš—πš 𝚍𝚘𝚊 πš’πšŠπš—πš πš‹πšŠπš‘πš”πšŠπš— πšπšŠπš” πš‹πš’πšœπšŠ πš”πšžπšœπšŽπš‹πšžπšπš”πšŠπš— πš—πšŠπš–πšŠπš—πš’πšŠβ€¦- β€œApa yang terjadi pada bebek kalau aku tidak jadi angsa?” -π™°πš”πšž πš‹πšŽπš›πšπš’πš›πš’ πšπš’πšŠπš– πšπš’ πš™πšŠπšπš’ πš’πšŠπš—πš πš‘πšŽπš—πš’πš—πšβ€¦- β€œBebek…?” -π™±πšŠπš’πš” πš–πšŠπšžπš™πšžπš— πš‹πšžπš›πšžπš”β€¦- β€œKalau aku tidak berubah saat tumbuh dewasa…” β€œβ€¦aku harus jadi apa?” -π™±πšžπš”πšŠπš— β€œπš‚πšŽπš‹πšŠπš‹β€ πš–πšŠπšžπš™πšžπš— β€œπšŠπš•πšŠπšœπšŠπš—β€... πšƒπš’πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊 πšŠπš™πšŠπš™πšžπš— πšπš’πšœπš’πš—πš’β€¦- β€œMenurutmu… kamu ingin jadi apa?” -πšƒπš’πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊...- β€œEh? Aku…?” β€œKalau aku tetap jadi bebek…” β€œβ€¦aku lebih suka bebek.” -π™±πšŠπš‘πš”πšŠπš— πšπšŠπš” πš™πšŽπš›πš—πšŠπš‘ 𝚊𝚍𝚊.- β€œKalau begitu… kamu akan baik-baik saja jika menjadi bebek.” -π™²πšŠπš‘πšŠπš’πšŠ πš–πšŽπš—πš’πšŽπš•πš’πš—πšŠπš™ πš–πšŽπš•πšŠπš•πšžπš’ πšŒπšŽπš•πšŠπš‘ πšπš’πš›πšŠπš’.- β€œ... Bahkan kalau aku tidak jadi angsa…” β€œBahkan kalau aku tidak bisa mengubah apapun…” β€œMeskipun begitu…” β€œβ€¦justru karena itu aku tetap di sini.” β€œYang bisa aku lakukan…” β€œβ€¦hanyalah melawan balik.” β€œβ€¦meskipun aku tidak berubah.” -πš‚πšžπšŠπš›πšŠ-πšœπšžπšŠπš›πšŠ πš•πšŽπš—πš’πšŠπš™ πšπš’ πšπšžπš—πš’πšŠ πš•πšŠπš’πš— πš’πšπšž.- β€œKenapa… namaku Fyari?” β€œDi bulan madu orang tuaku…” β€œMereka melihat sebuah karpet.” β€œKarpet… capung.” β€œAyahku sangat kagum melihatnya.” β€œUkurannya… sebesar ini.” β€œTidak…” β€œSebesar ini.” β€œKata ayah…” β€œBerbagai macam cerita…” β€œβ€¦akan kita tenun di karpet itu.” β€œUntuk waktu yang panjang.” β€œKeluarga akan selalu tetap bersama.” -π™·πšžπš“πšŠπš— πšπšžπš›πšžπš— πš”πšŽπš–πšžπšπš’πšŠπš— πš–πšŽπš—πš“πšŽπš•πš–πšŠ πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπš’ πš‹πšžπšπš’πš›πšŠπš— πšŒπšŠπš‘πšŠπš’πšŠ.- β€œOh iya…” -π™ΌπšŽπš–πš‹πšŠπšœπšžπš‘ πšπš’πš›πš’πš—πš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš‹πšŽπš›πšπšŠπš‘πšŠπš— πš‘πš’πšπšžπš™ πš‘πšŠπš›πš’ πš’πš—πš’.- β€œKenapa namaku Fyari?” β€œDi bulan madu orang tuaku…” β€œMereka melihat sebuah karpet.” β€œKarpet capung.” β€œAyahku sangat kagum melihatnya.” β€œUkurannya sebesar ini.” β€œTidak…” β€œSebesar ini.” β€œβ€¦berbagai macam cerita…” β€œβ€¦akan kita tenun…” β€œβ€¦di karpet itu…” -π™±πšžπš”πšπš’ πš‹πšŠπš‘πš πšŠ πšπš’πšŠ πš‘πš’πšπšžπš™ πš‘πšŠπš›πš’ πš’πš—πš’.- β€œSalah dia…” β€œGadis yang seperti hantu itu…” β€œIni salah dia.” β€œAndai saja dia tidak banyak bicara…” β€œAndai saja dia tidak banyak bicara…” β€œAndai saja dia tidak banyak bicara…” β€œAndai saja dia tidak banyak bicara…” -π™³πš’πšŠ πš–πšŽπš–πšŠπš—πš“πšŠπšπš”πšŠπš— 𝚍𝚘𝚊 πš’πšŠπš—πš πšŒπš˜πšŒπš˜πš” πšžπš—πšπšžπš”πš”πšž.- β€œHei.” β€œHei, kenapa namaku Kazumi?” β€œHa?” β€œNamaku… kenapa—” -π™°πš”πšž πšπšŠπš‘πšžβ€¦- β€œDiam.” -πš”πšŽπšπšŽπš—πšπšŠπš›πšŠπš—πš—πš’πšŠ πšŠπš”πšž πšœπšŠπš—πšπšŠπš πš‹πš˜πšπš˜πš‘.- β€œHa?” β€œAh—” -π™°πš”πšž πšπšŠπš‘πšž.- β€œKarena kami ingin kau menjadi yang terbaik dalam segala hal.” β€œTidak peduli sekecil apapun itu.” β€œLebih cantik dari siapapun.” β€œLebih kuat dari siapapun.” β€œLebih berbudi.” β€œKami ingin kau menjadi nomor satu.” β€œApa yang harus kau lakukan?” -πšƒπšžπš‘πšŠπš—, πš–πšŠπš•πšŠπš’πš”πšŠπš, πšπšŠπš— πš’πš‹πš•πš’πšœ πšœπšŽπš–πšžπšŠπš—πš’πšŠ πš‹πšŽπš›πš™πšŠπš•πš’πš—πš.- β€œApa yang harus kulakukan…?” -π™ΌπšŽπš›πšŽπš”πšŠ πšπš’πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšœπšŠπš—πšŠ.- β€œBegini saja tidak apa-apa.” β€œTidak apa.” β€œKau hanya melakukan apa yang harus dilakukan.” β€œKau adalah binatang buas yang lebih cantik dari siapapun.” -π™ΌπšŽπš›πšŽπš”πšŠ πš‹πšŠπš‘πš”πšŠπš— πšπš’πšπšŠπš” πš™πšŽπš›πš—πšŠπš‘ πšπš’πš•πšŠπš‘πš’πš›πš”πšŠπš—.- β€œβ€¦Hah?” β€œAku?” β€œKalian memilih aku?” β€œKenapa?” β€œKonoha?” β€œKamu janji nggak bakal ngevote aku!” β€œKenapa kamu menulis namaku?” β€œAku ngevote Viory!” β€œLalu kenapa!?” β€œAku ada salah apa?” -πš‚πšžπšŠπš›πšŠ πš‘πšžπš“πšŠπš— πšπšŽπš›πšŠπšœπšŠ πš‘πšŠπš–πš™πš’πš› πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πšπšŽπš™πšžπš” πšπšŠπš—πšπšŠπš—.- β€œSalahmu sendiri karena tidak melakukan apa pun.” β€œViory yang pertama memimpin jalan sebelumnya.” β€œLalu di lantai berikutnya, Konoha kehilangan kedua kakinya.” β€œYang membantu Konoha sebelumnya adalah Enthy dan Lily.” β€œDan Lily yang barusan memimpin jalan.” β€œLalu di lantai berikutnya, Syuri kehilangan tangan kanannya.” β€œDan Enthy lah yang membantunya.” Maskot itu menunjuk langsung ke arah kamera. β€œYang kau lakukan hanyalah…” β€œmenggendong Konoha beberapa saat.” -πš„πš—πšπšžπš” πšœπšŽπš–πšžπšŠ πš’πšŠπš—πš πš–πšŠπšœπš’πš‘ πš‘πš’πšπšžπš™ πšπš’ πšπšžπš—πš’πšŠ πš’πš—πš’.- β€œKok gitu…?” β€œKenapa ini salahku?” β€œBukannya kita sendiri yang memutuskan siapa yang memimpin jalan!” β€œDengan gunting batu kertas!” β€œIni bukan salahku!” β€œKenapa kalian semua mengikuti apa yang dikatakan maskot itu!” β€œPadahal cukup tulis nama orang yang mau disingkirkan!” β€œKenapa seolah-olah…” β€œSemua ini salahku…” β€œHanya karena alasan konyol!?” β€œKenapa!!!” β€œKenapa bukan Viory yang dipilih!!” β€œEmangnya dia lebih baik dariku!!” β€œSyuri, kamu lihat kan!?” β€œSaat itu Viory larinya lebih cepat dari aku!” β€œDia bahkan tersenyum ketika berlari!” β€œDia senang bisa kabur tanpa peduli padamu!” β€œSeharusnya yang dipilih dia!” β€œBukan aku!!” β€œHei!” β€œKatakan sesuatu!” β€œAku cuma punya lima menit lagi!” β€œTidak akan kumaafkan!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œTerkutuklah kalian!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk kalian semua!!” β€œAkan kukutuk…” β€œβ€¦kalian semua…” -π™±πšŠπš‘πš”πšŠπš— πšπšŠπš—πš™πšŠ πš“πšŠπš πšŠπš‹πšŠπš—- -π™ΌπšŠπšπšŠπš‘πšŠπš›πš’ πšπšŽπšπšŠπš™ πšπšŽπš›πš‹πš’πš- β€œSalah.” -π™°πš”πšž πš‹πšŽπš›πšœπšžπš–πš™πšŠπš‘ πš‹πšŠπš‘πš πšŠ πšŠπš”πšž πšŠπš”πšŠπš— πš‘πš’πšπšžπš™ πš‘πšŠπš›πš’ πš’πš—πš’.- -π™ΌπšŽπš—πšπšŠπš™πšŠ? π™ΌπšŽπš—πšπšŠπš™πšŠ? (π™ΌπšŽπš—πšπšŠπš™πšŠ?)- β€œBunuh?” -π™ΌπšŽπš—πšπšŠπš™πšŠ πšŠπš”πšž πš–πšŽπš–πš’πš•πš’πš‘ πš“πšŠπš•πšŠπš— πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πš’πš—πš’?- -π™ΌπšŽπš—πšπšŠπš™πšŠ?- β€œSalah.” -π™³πš’ 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 πšπšŽπš–πš™πšŠπš πšŠπš”πšž πšπšŠπš‘πšž πš’πš—πš’ πšŠπšπšŠπš•πšŠπš‘ 𝚜𝚊𝚝𝚞-πšœπšŠπšπšžπš—πš’πšŠ πš“πšŠπš•πšŠπš—.- β€œPura-pura mati?” -π™³πš’πšπšŠπš•πšŠπš– πšπš’πš›πš’πš”πšž πš’πšŠπš—πš πšπšŽπš›πšπšŠπš•πšŠπš–β€¦ πšŠπš”πšž πš–πšžπš•πšŠπš’ πšπšŽπš›πšœπšŽπš—πš’πšžπš–.- β€œSalah.” β€œJangan bertarung melawan pembunuh maniak, barulah benar.” -π™Όπšžπš—πšπš”πš’πš— πšŠπš”πšž πšπšŠπš” πš‹πšžπšπšžπš‘ πšŠπš•πšŠπšœπšŠπš— πš•πšŠπšπš’.- -π™·πšŠπš—πš’πšŠ πš•πšžπš›πšžπšœ πš”πšŽ πšπšŽπš™πšŠπš—, πš‚πšŽπš“πšŠπšžπš‘ πš“πšŠπš•πšŠπš— πš’πš—πš’ πš–πšŽπš–πš‹πšŽπš—πšπšŠπš—πš, πšŠπš”πšž πšŠπš”πšŠπš— πš™πšŽπš›πšπš’.- Enthy (membuka mata perlahan) : β€œTidak masuk akal.” (Jeda.) β€œAkupun telah beberapa kali mengambil nyawa orang.” β€œDidalam permainan.” Enthy (berkedip, belum sepenuhnya terbangun) : β€œSecara umum, aku juga.” β€œTermasuk pembunuh maniak itu.” β€œTujuan permainan ini bukan membunuh, tapi bertahan hidup.” Suara Xyola bergema disana. Enthy menatap sekitar, ia bukan ditempat yang kemarin. Tapi berada dirumah seseorang. Enthy (berdiri kemudian menatap tangan kirinya yang sembuh) : β€œ... Kenapa tangan kiri ku bisa sembuh?” Enthy (menoleh untuk melihat ruang itu) : β€œ... Sebenarnya aku berada dimana?” Sosok (tiba-tiba muncul didepan Enthy) : β€œJilat kuenya dilantai untuk menebus kesalahanmu.” Enthy (diam, menatap sosok itu) : β€œ...” Sosok (tidak menatap Enthy yang berada didepan Enthy melainkan menatap orang yang berada di belakang Enthy) : β€œKenapa kau hanya berdiri saja?” Enthy (menoleh ke belakang, ia melihat dirinya sendiri) : β€œ... Aku tidak ingat ini pernah terjadi…” β€œ... Apa ini masa depan…?” Enthy masa depan (menatap kue yang berada dilantai) : β€œ...” Enthy masa depan (tersenyum, seolah mencoba menebus dosa yang pernah ia lakukan) : β€œYa, aku mengerti~” Setelah merapihkan roknya, ia berlutut dilantai. Di hadapannya tergeletak kue yang sudah hancur, perpaduan antara kue yang hangus dan aroma krim yang manis menciptakan aroma aneh pada ruangan. Enthy (menatap dirinya sendiri, membayangkan rasa kering dan pahit yang menyebar ditenggorokan jika menelan itu) β€œ...” Kepalanya menunduk kebawah krim dan remah-remah kue yang menempel di rambutnya yang lembut. Enthy masa depan (menelan sedikit kue itu, alisnya berkerut) : β€œ...” Enthy masa depan (tetap tenang dan memasukkan potongan kue pada mulutnya) : β€œ...” Sosok (menghentikan gadis itu) : β€œBerhenti.” Enthy masa depan (tersentak kaget, ia menoleh ke sosok itu) : β€œ...!?” β€œAda apa?” (Berdiri perlahan.) β€œApa kamu baik-baik saja?” Sosok (sangat ragu apakah ia akan memberikan penawarnya atau tidak) : β€œAku akan memberikan obat penawarnya jika kamu akan terus melakukan apa saja yang kukatakan.” (Memikirkannya kembali. apakah memberikan obat penawar pada dia yang sudah gila ini… dan apakah dia tidak akan membunuh dirinya ketika memberikan obat penawar ini.) β€œTapi.” Enthy masa depan (membenarkan perkataan β€œjika kamu akan terus melakukan apa saja yang kukatakan” dari sosok itu) : β€œIya.” (Menatap kue sepersekian detik lalu menoleh lagi ke sosok itu.) β€œJika kamu ingin aku memakan kue ini, maka aku akan memakannya.” Sosok (tidak percaya pada perkataan gadis itu, ia terus menatap gadis gila itu) : β€œOh, jadi kamu akan mengikuti perkataanku ini.” Enthy masa depan (tersenyum sambil memberikan fakta dan menerima apapun yang akan ia dapat) : β€œSudah aku bilang~” β€œKarena aku yang membunuh putrimu~” (Jeda.) β€œJadi aku menebus perbuatanku~” Enthy masa depan (tangan kanannya ter ulur pada sosok itu sambil tetap tersenyum) : β€œAku melakukannya karena kamu yang memintanya~” Enthy masa depan (seolah perkataan dari sosok itu mutlak dan harus di turuti olehnya) : β€œAku akan melakukannya~” β€œKarena aku menerima perkataanmu~” β€œApapun~” Enthy masa depan (mengingat orang-orang yang pernah ia bunuh dan mencoba untuk menerima atau menebusnya dengan caranya sendiri) : β€œJika kamu tidak percaya, aku akan membuktikannya ribuan kali.” Sosok (diam, tidak langsung percaya pada orang yang telah membunuh anaknya) : β€œ...” Enthy masa depan (menatap sosok itu yang mungkin perkataan ia barusan di anggap sebuah kebohongan bagi sosok itu) : β€œTidak apa~” β€œKamu tidak perlu mengatakan apa-apapun~” Enthy masa depan (perlahan mendekat ke sosok itu, mungkin sosok itu menganggap ia adalah pembohong) : β€œMari kita duduk dengan tenang sebentar.” Gelap. Semakin gelap. Tidak ada cahaya sama sekali. [Fragmen 5/11] Tik. Tik. Tik. Angka pada gerbang berdenyut seperti jantung buatan: 00:00:03 00:00:02 00:00:01 00:00:00 CRANGβ€”!! Pintu gerbang terbuka. Beberapa saat kemudian. Enthy (membuka mata perlahan, tidak langsung fokus, seperti sedang memastikan kali ini memang nyata) : β€œ.....” (Tangan kanannya kembali memegang tangan kirinya yang patah.) Neuro (berdiri depan Enthy) : β€œEnthy kenapa kamu bisa tertidur pulas seperti ini.” Neuro (mengingat kejadian kemarin saat ia menampar Enthy karena emosi) : β€œSoal kemarin…” β€œAku juga mau minta maaf soal kemarin… karena telah menampar mu…” β€œPasti menurut kamu… aku menurunkan martabat veteranmu.” Enthy (perlahan berdiri) : β€œAku rasa tidak apa.” Enthy (senyumnya kembali seperti kemarin namun berbeda, kali ini kosong seakan-akan mirip dengan yang barusan) : β€œLagi pula Death Games sudah seperti rumah bagi orang sepertiku~” Enthy (menepuk debu tak terlihat dari bahunya hanya dengan tangan kanannya saja, lalu melangkah lebih dulu tanpa menoleh): β€œLalu, gerbangnya sudah terbuka~” Gerbang itu sudah terbuka sejak tadi. Sebelum Enthy terbangun. Enthy dan Neuro berjalan ke arah gerbang. Alisa, Rarasa, Wacha dan Toami sudah menunggu disana. Mereka semua sudah berada di dalam gerbang itu. Ruangan di dalam gerbang itu bulat. Besar. Tapi tidak terlalu besar. Ada 6 tuas di ruangan itu. Ketika mereka semua sudah masuk. KRANGβ€”!! Gerbang itu menutup kembali. Dengan dentuman suara yang keras. Lalu hening kembali muncul. [Layar hitam] [To be continued]
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD