[]๐ท๐๐๐กโ ๐บ๐๐๐๐ - From One to One Thousand Survivals[]
Episode 1.4: Rumah hantu - Games 40
Genre :[[>Psychological Horor, Mystery, Fantasy<]]
[Fragmen 8/11]
Tembok-tembok yang sebelumnya menghalangi turun seketika itu juga.
Enthy (menatap lantai, memasukkan kuncinya ke saku pakaian lagi) :
โ.....โ
Enthy melihat Neuro.
Neuro (bersandar di sudut ruangan, tangan kirinya memegang lengan kanannya yang telah kehilangan pergelangan) :
โMaaf-maaf-maaf-maafโฆโ
Enthy (menatap Neuro terlalu lama) :
โโฆNeuro.โ
Ia tidak melanjutkan kata-katanya.
Ia hanya menatap Neuro yang telah kehilangan pergelangan tangan kanannya.
[]Batin Enthy[]
โNeuro.โ
โPergelangan tangannya kanannya tidak ada.โ
(Jeda.)
โDia pasti memotong pergelangan tangannya sendiriโฆโ
โDengan cara menarik tuas ke atas.โ
Wacha (menatap tubuh Rarasa, suaranya kecil sekali):
โโฆKenapaโฆโ
Mereka menatap mayat Rarasa yang dipenuhi serat kapas, tubuhnya terpotong-potong.
Alisa berlari ke arah Wacha, napas Alisa tidak stabil.
Enthy (melangkah menghadang Alisa, menatap mata Alisa yang dipenuhi amarah) :
โBerhenti.โ
(Jeda. Sepersekian detik.)
โKalau kau menyerang orang di siniโฆโ
(Jeda cukup lama.)
โKita kehilangan satu lagi.โ
โDan itu akan memburuk keadaan sekarang.โ
Hening muncul.
SEEEKKโ!
Pintu ruangan ini terbuka.
Enthy (menoleh ke semua orang yang berada dalam ruangan ini) :
โHmmmโฆโ
[]Batin Enthy[]
โKayaknya ini sudah terlalu berlebihan bagi mereka.โ
(Jeda.)
โ40 kemenangan berturut-turut.โ
โAku harap bisa meraihnya.โ
Alisa (ia tertawa, tapi tawanya ini seperti ia paksakan sendiri) :
โ๐๐โฆ ๐ก๐โฆ ๐ก๐โฆโ
Enthy terdiam sepersekian detik, kemudian ia menoleh ke Alisa.
Alisa (menutup mata kanannya dengan telapak tangan, senyumnya miringโaneh, tidak cocok dengan situasi) :
โ๐๐๐ก๐๐ก๐~โ
โ๐๐๐ซ๐ข ๐ฉ๐๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ง๐ญ๐ข๐ค๐๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข๐ค๐ฎ, ๐๐๐ ๐๐ข๐ฆ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ฅ๐๐ฎ ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ฎ๐ง๐ ~โ
(Ia menatap Enthy sangat tajam.)
โ๐๐ฒ๐จ ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ฎ๐ง๐ ~โ
โ๐๐ค๐ฎ ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐๐ฌ๐ค๐๐ง ๐ฌ๐๐ฌ๐ฎ๐๐ญ๐ฎ~โ
Enthy (alisnya berkerut, kata-kata itu tidak pernah ia dengar sebelumnya) :
โHah?โ
(Jeda.)
โApa maksud perkataanmu itu?โ
โPara penonton tidak akan suka dengan halโโ
BRUKKโ
Sebelum seluruh kata-katanya keluar semua, Alisa telah mendaratkan pukulan pada wajah Enthy. Tubuh Enthy sampai terpental ke samping dan tubuhnya membentur lantai cukup keras.
Neuro, Wacha, dan Toami tersentak kaget. Tapi mereka tidak bisa ikut campur bahkan menghentikannya.
Alisa (menatap Enthy yang baru saja terpental dan membentur lantai cukup keras) :
โ๐๐ค๐ฎ ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ ๐๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ฎ๐ง๐ ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฐ๐๐ง ๐ฆ๐จ๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ซ ๐๐ข ๐๐ฎ๐ง๐ ๐๐จ๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐๐ฌ๐ค๐๐ง ๐๐ฆ๐จ๐ฌ๐ข๐ค๐ฎ.โ
โ๐๐๐ฉ๐ข ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐๐ ๐๐ฎ๐ง๐ ๐๐จ๐ง ๐ฆ๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ฆ๐จ๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ซ.โ
โ๐๐๐๐๐ ๐๐ข ๐ ๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ฒ๐ ๐๐ค๐ฎ ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฐ๐๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฆ๐ฎ.โ
Alisa (mengangkat kedua tangannya) :
โ๐๐๐ข, ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ฌ๐๐ง๐๐ข๐ซ๐ข ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐๐ก๐ฐ๐ ๐ข๐ง๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ข๐ง๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฎ~โ
โ๐๐๐๐ข ๐ฆ๐๐ฌ๐ข๐ก ๐๐๐ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐ข๐ง๐๐ง ๐๐๐ก๐ฐ๐ ๐ฉ๐๐ซ๐ ๐ฉ๐๐ง๐จ๐ง๐ญ๐จ๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐๐ข๐๐๐ซ๐๐ค๐๐ง ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ค๐๐ง ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐ฎ๐ค๐๐ข ๐๐ฉ๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ค๐ฎ๐ค๐๐ง ๐ข๐ง๐ข~โ
Alisa (menoleh ke arah yang lain tanpa benar-benar melihat mereka; suaranya turun setengah nada, tapi terasa lebih gelap) :
โDan tidak apa-apa kalau kalian semua keluar.โ
(Jeda.)
โTapi kalau kalau tetap ngeyel.โ
โ๐๐ค๐๐ง ๐ค๐ฎ๐๐ฎ๐ง๐ฎ๐ก!โ
Enthy (menoleh dengan cepat ke Wacha, Toami, dan Neuro sangat cepat sambil berdiri perlahan) :
โKalian?โ
โApa kalian serius akan membiarkan kita berdua lagi bertarung?โ
Hening. Tidak ada yang menjawab perkataan Enthy.
Beberapa saat kemudian. Wacha, Toami, dan Neuro keluar. Bukan karena mereka ingin. Tapi terpaksa meninggalkan mereka berdua.
Alisa berjalan perlahan ke arah Enthy lalu berlari sangat kencang. Ia melompat mengarahkan satu sikut kanannya ke wajah Enthy.
BAGKโ
Tapi Enthy berhasil menahannya dengan kedua tangannya. Tubuhnya sedikit mundur akibat dorongan.
Namun akibat itu, tangan kiri Enthy merasakan ras sakit begitu hebat. Ia meringis menahan sakit pada tangan kirinya meski tidak bersuara.
Tak.
Kaki Alisa sudah mendarat kembali pada lantai. Kemudian kaki kanannya mengarah lurus ke kepala Enthy.
Sementara itu, di luar ruangan itu.
Toami (menarik napas pendek-pendek, kedua tangannya mencengkeram pakaian Maid nya terlalu kencang) :
โBagaimana iniโฆ?!โ
โBagaimana iniโฆ?!โ
Toami (menoleh ke pintu gerbang, disitulah Enthy dan Alisa bertarung) :
โKita harus keluar dari siniโฆโ
โTapi mereka malah berkelahiโฆโ
Ia melangkah tanpa melihat.
KRANGโ!!
Kakinya menginjak pelat logam tipis.
Toami (menatap ke bawah, napasnya berhenti setengah detik) :
โโฆEh?โ
Hening. Tidak ada yang terjadi padanya.
Memang tidak ada yang terjadi apa-apa disana. Namun ada yang mulai terjadi didalam ruangan tadi.
Lantai bergetar. Kemudian pintu keluar ditutup kembali, yang padahal Enthy dan Alisa masih berada dalam ruangan itu.
Enthy (bangkit perlahan sambil menatap pintu keluar yang tiba-tiba tertutup) :
โ.....?โ
KRANGโ TRANGโ
Empat pisau terjatuh dari atas ruangan. Dan tiba-tiba ada layar muncul dari atas. Layar itu menampilkan gambar pintu yang terbuka dan satu orang.
Alisa berjalan ke arah pisau-pisau itu.
Alisa (membungkuk untuk mengambil satu pisau lalu tegak kembali. Ia memegang pisau itu menggunakan telapak tangan kanannya) :
โJadi begitu ya.โ
(Mengacungkan pisau yang ia pegang pada Enthy.)
โ๐๐ข๐ญ๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐ฌ๐๐ฅ๐ข๐ง๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ง๐ฎ๐ก, ๐ค๐๐ฆ๐ฎ๐๐ข๐๐ง ๐ฉ๐ข๐ง๐ญ๐ฎ ๐ค๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐ง๐ฒ๐ ๐๐ค๐๐ง ๐ญ๐๐ซ๐๐ฎ๐ค๐.โ
Ia berlari ke arah. Enthy juga berlari, menjauh dari Alisa.
BRUGKโ
Kaki Enthy tersandung lalu terjatuh, akibat kakinya membentur tubuh Rarasa yang sudah mati. Kapas-kapas dari tubuh Rarasa bertebaran.
Alisa langsung mencengkeram rambut Enthy, sebelum Enthy berdiri.
Kemudian Alisa mengangkat rambut Enthy, tubuh Enthy juga ikut terangkat.
Kemudianโ
๐ฝ๐๐๐๐๐๐๐โ!!
Alisa membenturkan wajah Enthy ke dinding.
Alisa (ia memegang kepala Enthy yang membentur dinding itu, dan pisau pada tangan kanannya berada sangat dekat pada leher Enthy) :
โ๐๐๐ซ๐ข๐ฎ๐ฌ, ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ง๐ข๐ฉ๐ฎ ๐ค๐๐ฆ๐ข ๐ฒ๐?โ
โ๐๐๐ฌ๐ ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ฅ๐๐ฌ๐๐ข๐ค๐๐ง ๐ญ๐ข๐ ๐ ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐ฎ๐ก ๐ฌ๐๐ฆ๐๐ข๐ฅ๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ข๐ง๐๐ง, ๐๐ข๐ฌ๐ ๐ค๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐ฆ๐ฎ๐๐๐ก ๐ข๐ญ๐ฎ ๐จ๐ฅ๐๐ก ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฎ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ข๐ง๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ข๐ง๐๐ง ๐ข๐ง๐ข!โ
Alisa melepaskan cengkraman tangannya dari kepala Enthy.
Tubuh Enthy terduduk seketika sambil memegang dinding itu. Ia mencoba menahan rasa sakit pada wajahnya itu.
Alisa berjalan ke arah pisau-pisau, ia mengambil satu pisau.
KRANGโ
Alisa melempar pisau itu kedekat Enthy. Memberikan pisau itu pada Enthy.
Alisa (menatap Enthy yang masih terduduk) :
โ๐๐ข๐๐๐ค ๐ฌ๐๐ซ๐ฎ ๐ค๐๐ฅ๐๐ฎ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ฅ๐๐ง๐ ๐ฌ๐ฎ๐ง๐ ๐ฆ๐๐ญ๐ข.โ
โ๐๐๐๐ข ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง๐ฅ๐๐ก ๐ฉ๐ข๐ฌ๐๐ฎ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฐ๐๐ง๐ค๐ฎ.โ
Enthy menatap Alisa, kemudian ia mengambil pisau itu lalu berdiri.
Kemudian Enthy berlari ke arah Alisa. Mereka berdua saling menghantam.
[]Narator - Enthy[]
โApa pun yang terjadiโฆ aku akan tetap menjadi diriku sendiri.โ
โSeperti pasang surutโฆ itulah satu-satunya cara diriku untuk bernapas dan membebaskan diri dari dunia yang mengerikan ini.โ
โTapiโฆ kenapa aku malah masuk ke dalam dunia yang mengerikan itu?โ
โTidak ada yang akan pernah mengertiโฆ bahkan diriku sendiri saja tidak mengerti.โ
โMatanya dingin dan tak lagi memantulkan cahaya.โ
โTapi aku bukan membicarakan orang lain.โ
โBerdiri di garis yang ambigu dan rapuhโฆโ
โJika aku bisa tertidur lagi tanpa berubahโฆ
apa pun yang terjadi, saat aku terbangunโฆโ
โAku akan tetap menjadi diriku.โ
BREGKโ
Alisa menendang perut Enthy.
SRETTโ
Enthy menebas tangan kanan Alisa.
BREGKโ
Alisa memukul tubuh Enthy.
SRETTโ
Pisau milik Enthy menggores wajah Alisa.
Tebasan demi tebasan, pukulan demi pukulan. Kapas-kapas keluar dari tubuh mereka berdua.
Tapi anehnya. Alisa tidak pernah menggunakan pisau miliknya, pisau yang ia pegang sudah seperti pajangan saja.
Sampai akhirnya Alisa menggunakan pisau miliknya, kemudian ia menusuk tangan kiri Enthy.
Enthy (berteriak kesakitan dan melepaskan pisau miliknya) :
โEEโ!!โ
Sebelum pisau Enthy terjatuh, Alisa mengambilnya.
Laluโ
CROTTโ!!
Alisa menusuk perut Enthy.
Enthy (pupil matanya bergetar hebat, sedikit kapas keluar dari mulutnya) :
โ.....?!โ
Hening.
Alisa menarik kembali pisau itu keluar dari perut Enthy. Banyak kapas keluar dari perut Enthy. Enthy berjalan mundur tidak stabil sambil memegang perutnya lalu terjatuh.
Alisa (menatap Enthy yang baru saja terjatuh, tapi Enthy masih hidup) :
โ๐๐ค๐ฎ ๐ฌ๐๐ง๐ ๐๐ฃ๐ ๐ง๐ ๐ ๐๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ฌ๐๐ซ ๐ค๐ ๐ญ๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐ฉ๐ข๐ญ๐๐ฅ.โ
โ๐๐ข๐๐ซ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ฌ๐๐๐๐ซ ๐๐๐ก๐ฐ๐ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐ญ๐๐ง๐๐ข๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข๐ค๐ฎ.โ
(Jeda.)
โ๐๐๐ฌ๐ ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ข๐ง๐ข ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ก ๐ฆ๐๐ฌ๐ฎ๐ค ๐ค๐๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ฎ๐ง๐ข๐ ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ข๐ง๐ข, ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐จ๐๐จ๐ก.โ
โ๐๐๐ซ๐ฎ๐ฌ๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐ฆ๐ฎ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฆ๐ ๐๐ข๐ซ๐ฎ๐ฆ๐๐ก, ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ซ๐ ๐ข ๐ฌ๐๐ค๐จ๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐ฃ๐ ๐๐ฎ๐ค๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ข๐ง๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ข๐ง๐๐ง ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ข๐ง๐ข.โ
Enthy berdiri perlahan-lahan. Ia melepaskan pisau yang masih menempel pada tangan kirinya.
Enthy (matanya tajam dan tertuju pada Alisa, tangan kirinya bergetar begitu juga kedua kalinya) :
โAkuโฆ aku adalah muridnya Xyola!โ
(Nadanya naik.)
โAku akan mencapai tujuannya itu!โ
โTujuan untuk menyelesaikan 99 permainan!!โ
โDan aku akan melewati expetasinya itu sampai ke seribu permainan!โ
Enthy (berteriak sangat keras sambil memegang perutnya) :
โUNTUK MELEWATI SERIBU PERMAINAN!!โ
Alisa menatap Enthy yang berjalan perlahan ke arahnya. Seperti orang yang sudah berniat untuk bunuh diri.
Tiba-tiba di ada suara di benak Alisa. Orang yang tiba-tiba menggunakan sihir telepati pada Alisa.
Orang itu berkata:
โ๐๐ถ๐จ๐ข๐ด๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ด๐ถ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.โ
Alisa (tiba-tiba seperti robot yang tunduk pada suara itu, ia memegang satu pisau dengan kedua tangannya dan pisau itu di arahkan ke dirinya sendiri bukan pada orang lain yang berjalan ke arahnya) :
โAku mengerti.โ
๐ช๐น๐ถ๐ป๐ป๐ปโ!!
Ia menusuk lehernya sendiri. Serat kapas dari lehernya keluar sangat banyak. Kemudian tubuhnya terjatuh.
Enthy yang melihat itu tiba-tiba terduduk.
Enthy (matanya tertuju pada mayat Alisa, kata-katanya keluar sangat pelan, terlalu pelan seolah tidak percaya) :
โHuh?โ
โKenapaโฆ kenapa seperti ini?โ
(Jeda.)
โPadahal sedikit lagiโฆ sedikit lagi kamu bisa membunuhkuโฆโ
(Jeda sepersekian detik lebih lama.)
โ... Kenapa kamu malah menusuk dirimu sendiriโฆ?โ
CEASS.
Asap muncul di ruangan itu. Luka-luka Enthy yang didapatkan Enthy barusan sembuh seketika setelah bersentuhan dengan asap itu.
Tapi kedua tangan Enthy tiba-tiba memegang kepalanya sendiri.
Ia seperti masuk ke dalam seseorang. Seseorang yang pernah ia bunuh. Seseorang yang bernama Stella. Yang sama-sama melihat rekannya yang bunuh diri, padahal seharusnya dia bisa membunuh Stella pada saat itu, namun ia malah bunuh diri.
KEEKKKโ
Pintu besi terbuka setengah tersendat.
Stella dan Airin berdiri di ambang pintu.
Debu luar ikut masuk bersama mereka.
Gadis Rambut biru gelap (tidak berani menatap mereka, bahunya kaku seperti akan dihukum) :
โI-ini tidak seperti yang kamu pikirkan.โ
โSemua teman kita terbunuh.โ
(Jeda.)
โJadi kitaโฆโ
โAku tidak punya pilihan.โ
Gadis Rambut biru gelap (menggeleng cepat, hampir panik) :
โAku bukan kabur!โ
โAku tidakโโ
Ia menunduk menundukkan wajahnya, tidak mau wajahnya terlihat oleh orang lain.
Stella (melepas pistolnya perlahan, menjatuhkannya ke meja tanpa suara keras) :
โTidak apa-apa.โ
(jeda.)
โAku juga tadi kabur.โ
Gadis Rambut biru gelap (wajahnya ter-angkat cukup cepat) :
โApa?!โ
โKamu kabur?โ
โApa maksudmu?โ
Airin menghampiri gadis yang menangis, menenangkannya.
Airin (berlutut perlahan) :
โApa kamu terluka?โ
(Ia tidak langsung menyentuh. Tangannya menggantung di udara beberapa detikโseolah takut kalau sentuhan saja bisa membuat semuanya pecah.)
โLihat aku, tidak.โ
(Akhirnya menyentuh bahu gadis itu, genggamannya hangat tapi sedikit gemetar):
โLihat kita masih di sini.โ
(Ia tidak mengatakan โamanโ. Hanya โmasih di sini.โ)
โTarik napas.โ
โPelan.โ
Gadis rambut cyan duduk bersandar di dinding.
Matanya kosong.
Pisau masih di tangannya.
Ia tidak menangis.
Dan itu lebih mengkhawatirkan.
Stella (duduk perlahan di lantai, punggungnya bersandar ke dinding dingin) :
โBerapa yang tersisa?โ
Airin (menatap pintu yang masih sedikit terbuka) :
โAku tidak tahu.โ
Stella (menutup mata sepersekian detik lalu membukanya kembali) :
โApa yang akan terjadi pada kita?โ
Airin (menggeleng pelan) :
โAku tidak tahu.โ
Dan itu adalah jawaban paling jujur di ruangan itu.
Stella hanya terduduk diam, terlalu diam. Terlalu kosong.
Gadis rambut ungu berdiri perlahan.
Tidak terburu-buru.
Tidak panik.
Ia berjalan melewati yang lain tanpa suara.
Sepatunya menggesek lantai yang masih berdebu.
Semua mata mengikutiโtapi tidak ada yang menghentikan.
Gadis rambut ungu berhenti tepat di depan Stella.
Stella mengangkat wajahnya.
Gadis rambut ungu (menatap Stella tajam, tapi matanya itu sangat kosong) :
โTutorial sudah selesai.โ
(Suaranya tidak patah. Tidak tinggi. Tidak rendah. Hanyaโฆ rata.)
โSilakan pikirkan sisanya sendiri.โ
(Ia mengangkat pistol yang ia pegang di tangan tangannya, dan pistol itu mengarah tepat ke kepala Stella.)
Stella hanya menatap pistol yang mengarah pada dirinya. Tidak bergerak, seperti sudah menerima bahwa dirinya akan di tembak.
Tiba-tiba ia mengarahkan pistol miliknya ke kepalanya sendiri.
Laluโ
DOOORRRโ!
Gadis rambut ungu menembak kepalanya sendiri.
Kepalanya tersentak ke samping. Serat putih meledak keluar dari sisi kepalanya.
Tubuhnya tetap berdiri sepersekian detik.
Lalu jatuh.
Serat putih masih mengambang di udara. Ringan. Tidak masuk akal bersihnya.
[Layar hitam]
[To be continued]