Bab 23

1820 Words

“Kamu udah mandi, Mas?” tanya Za menatap heran pada suaminya yang sudah terlihat segar. “Iya. Hari ini aku mau ambil barang-barang sekalian pamitan.” “Kita berangkat bareng aja,” ucap Za. Namun, Albany menggeleng. “Jangan. Aku tidak mau membuat keributan dengan pergi bersamamu.” Za menautkan alisnya tak mengerti. “Aku tidak ingin hubungan kita mempengaruhi pandangan orang-orang padamu.” Albany mendekat pada Za dan membelai rambutnya pelan. “AKu tidak peduli dengan pendapat mereka, Mas. yang menjalani itu kita, bukan orang lain.” Za menatap lekat suaminya. “Baiklah, kalau itu memang maumu,” jawab Albany. Za merasa takjub dengan suaminya. Dia sama sekali tak menyangka jika lelaki yang selama ini keras dan angkuh itu justru memiliki hati yang lembut. “Kamu bisa nyetir, Mas?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD