“Bu, bunganya bagus. Al mau ambil ya?” celoteh anak itu. “Jangan, Nak. Kalau kamu suka, biarkan dia tumbuh dengan keindahannya. Kalau kamu ambil, nanti layu lalu mati,” ucap Ningsih. Kalimat itu terngiang terus di kepala. Sama dengan saat ini, kala dia menatap takjub pada wanita yang dihadapkan dengannya. ‘Aku belum pantas. Dia terlalu indah untukku. Jangan sampai cinta itu terpatri, jika cinta sudah bersemayam, akan sulit untuk melepaskan,’ bisik hati Albany. ‘Niatku hanya ingin menolongnya dari rasa malu, tidak perlu membuatnya bersamamu terus-menerus, Al,’ bisik hatinya lagi pada dirinya sendiri. Witing tresno jalaran soko kulino, pepatah itu tidak boleh terjadi. Albany tidak ingin mengikat wanita itu untuk terus hidup bersamanya. Hatinya semakin goyah ketika mengetahui sikap Za

