“Aish! Apa yang kamu katakan?! Bikin malu saja,” bisik Bu Hasan dengan penekanan. Wajahnya terlihat menahan malu. Namun, berbeda dengan Pak Hasan, dia segera meminta maaf pada pihak lelaki. “Maaf, sepertinya ada sedikit kesalahpahaman di sini. Saya minta waktu sejenak untuk berbicara dengan Aisha,” ucapnya begitu bijaksana. “Tidak perlu, Pak Hasan. Sepertinya putri Anda sudah mengatakan dengan jelas jika dia tidak bersedia menerima lamaran anak kami. Sepertinya kami, lah, yang salah paham tentang perasaan Aisha selama ini. Kami kira dia mencintai anak kami.” Ayah Irwan menjeda perkataan Pak Hasan yang hendak mengajak sang putri untuk bicara. “Maaf, Pak Husni. Bisa kita bicara sebentar?” ajak Pak Hasan menunjuk ke ruang sebelah. Walaupun enggan, dia merasa tak enak juga. Akhirnya dia

