"Betapa kerasnya desiran angin menghujam tubuhku, terlalu sadis air keluar dari keheningan serta terlalu pedih mengingat kenangan yang mulai membuatku terpaku terbiasa tanpamu". Happy Reading BEBERAPA JAM SEBELUMNYA. "Aku tidak pernah menduga bahwa kau akan berubah haluan dan menjadi seorang penghianat." Kala itu, Aurora berusaha melawan ketakutannya. Tak ingin menunjukkan posisinya yang tersudut seperti tidak bisa berbuat apapun. Sekalipun laboratorium itu sangat mencekam dan menegangkan tapi dirinya harus tetap tegar, tidak boleh lengah sehingga kehilangan kewaspadaan. Aurora melirik ke arah ranjang yang ditempati kedua orang itu, matanya menyipit ketika tanpa sengaja pandangannya terjatuh pada sosok lelaki yang terbaring tak berdaya disana. Apakah aku mengenalnya? Kenapa lelaki it

