Kedua bola mata Ronald membulat sempurna, mulutnya menganga lebar bahkan saking lebarnya Leon sempat khawatir rahang pria yang tidak lain bawahan sekaligus sahabatnya itu akan jatuh ke bawah. “Ekspresi terkejutmu berlebihan, Ron,” ucap Leon mencoba menyadarkan Ronald dari keterkejutannya karena melihat sosok Vegter muda berada di depannya. “J-Jadi dia yang kau maksud hadiah besar untuk kami, Kapten?” Leon mengangguk, mengiyakan, “Begitulah. Kita akan membawanya ke markas.” “T-Tapi apa tidak berbahaya membawa monster ini ke markas kita?” Ronald mengutarakan kekhawatiran yang mendera dirinya ketika mendengar monster pemakan manusia itu akan mereka bawa ke markas WFM. Suara decakan Leon mengalun detik itu juga, “Bodoh kau. Ini kesempatan bagus untuk kita meneliti monster ini dan menca

