Ajakan

1912 Words

“Love, aku—“ “Akasa, aku sangat lelah. Bisakah kita fokus dengan pekerjaan dan pengobatan kita saja? Aku mohon, hargai aku, Akasa. Hanya aku, seperti semua janji yang pernah terucap dari bibir itu.” pinta Love seolah memelas, padahal Akasa memang miliknya, tapi kenapa seolah sulit dan akan terlepas sebentar lagi. Untung saja saat ini mobil yang dikendarai berhenti karena lampu di perempatan baru saja berganti dengan merah, Akasa melepas sabuk pengamannya, sedikit memanjangkan tubuhnya dan mengecup bibir Love singkat. Tersenyum seolah tak ada yang salah karena semua demi kebaikan ke duanya, menarik tangan Love dan membawanya ke pangkuannya, serta memakai sabuk pengamannya kembali. Terus dia genggam telapak tangan yang mendingin, berharap hanya telapak tangan, bukan dengan hati Love juga.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD