Gusti pulang bersama dengan Lintang. Sesekali menoleh dan tersenyum untuk dirinya sendiri. Lintang yang terlalu diam membuat Gusti tak tahan untuk tidak menyentuh Lintang. Dia pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh puncak kepala Lintang, “Hey! Ada apa?” tanyanya sambil tersenyum, hanya menebak, mungkin kekasih hatinya itu kelelahan di hari pertamanya kerja. Lintang menoleh dan tersenyum juga saat Gusti mengusap rambutnya, “Ternyata lebih enak di rumah. Di sana banyak orang dan aku tidak mungkin tidak menyapa mereka semua.” Gusti terkekeh, “Ya. Bukankah memang seperti itu dunia kerja? Mungkin karena kamu belum menemukan teman yang cocok, tapi setelah mendapatkan teman yang sejalan denganmu, bisa saja aku akan tersisih nanti.” Gusti hanya menoleh sesekali meski dirinya masih fokus ke ja

