Sangkaan Seorang Hamba

1219 Words

"Excuse me ...." (permisi) Suara seorang cabin crew datang mengejutkan. Kami sontak menoleh. "Please don't make a fuss," sambungnya lagi. Lagi dan lagi. Ini seperti kebetulan yang diatur oleh Tuhan. Setiap kali aku akan bicara, ada saja sesuatu yang menahannya. Mungkin kah memang aku harus menutupnya rapat-rapat ya, Allah? Setidaknya itulah yang kuyakini sekarang. Aku seperti mendapat teguran dari sisi diriku yang lain, aib yang sudah Allah tutup rapat malah akan kubuka sendiri. Belum tentu anak yang kukandung anaknya Fay, mengingat KB yang kupasang sehari setelah akad. Dalam waktu itu aku sudah berkali-kali melakukan hubungan suami istri dengan Gus Bed. "Oh, okay. Sorry." Gus Bed menyahut. "Ayo, Dek. Adek dengar 'kan kita mengganggu orang lain di sini." Kini Gus mengajakku kembali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD