Bukan Sekedar Ancaman

1159 Words

"Aku masih gak nyangka asisten Pak Rey hubungi aku kemarin, beliau bilang kalau Pak Rey berniat berinvestasi di pabrik aku." Suara Dimas yang penuh kegembiraan justru seperti hujaman di d**a Zena. Tubuhnya masih bergetar ketakutan bahkan meski Rey sudah tak ada di sana. Namun sebisa mungkin Zena terus menyembunyikan perasaan takutnya karena tak ingin Rey merasa menang atau membuat Dimas khawatir. "M—as aku rasa Pak Rey bukan orang baik," ucap Zena dengan meremas kedua tangannya. Dahi Dimas mengernyit. "Maksud kamu?" "Di—a kelihatannya, jahat. Lihat gak tatapan matanya tadi." Bukannya takut Dimas justru terkekeh. "Bukan urusan kita dia baik atau enggak. Yang penting Pak Rey mau berinvestasi pabrik aku bisa makin berkembang. Lagian, orang kayak mereka memang seperti itu. Asal kita gak b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD