PRANG! DUG! PRANG PRANG! Suara barang-barang yang pecah memenuhi ruangan gelap tersebut. Beberapa barang seperti gucci, vas bunga, meja, beserta buku-buku telah berhamburan memenuhi ruangan itu. Dan kini tinggal menyisakan kemarahan seorang pemuda berwajah pucat bertudung hitam yang kini tengah tersengal-sengal setelah melemparkan asal semua barang-barang itu. Pria itu lalu berteriak sekencang-kencangnya melampiaskan amarah yang masih tersisa di dalam hatinya karena mengetahui rencananya telah gagal berkat anak buah yang tidak becus membawa pria serigala buruannya itu pulang. Berkali-kali pria itu mengumpat marah menyadari dirinya telah gagal mencegah pria serigala itu untuk bertemu dengan matenya. Penantian panjangnya tidak berbuah dengan baik. Kini waktunya tersisa hanya sampai datang

