Di pagi-pagi buta, terhitung sudah tiga kali Jehan keluar masuk ke kamar mandi. Ia merasakan nyeri hebat di bagian perut bawahnya serta rasa mulas yang tiba-tiba datang. Gadis ini meremas kasar perutnya. Ia sudah lelah dengan rasa sakit yang selalu ia rasakan setiap kali datang bulan. Hari pertama datang bulan memang sangat menyakitkan bagi Jehan. Nyeri ini selalu mengganggu aktivitasnya, bahkan ia sering tak bisa melakukan apapun jika nyeri haid datang. Jehan menyeka keringat di dahinya sambil terduduk lemas di lantai kamar. Dengan posisi menyandar dan kakinya yang ditekuk, Jehan memegangi kuat-kuat perutnya itu. Ia hampir menangis, ah tidak, ia bahkan sudah menangis. Buktinya bulir-bulir air mata sudah keluar dari sudut matanya. Ia bahkan tak mengerti mengapa rasanya bisa sesakit da

